Jenderal Besar Iran Tegaskan Indonesia Adalah Teman Baik: Terutama Rakyatnya!

Eks perwira tinggi Iran, Brigadir Jenderal Esmail Ahmadi Moghaddam
Sumber :
  • Istimewa

"Kemudian kita mendapatkan konfirmasi bahwa pihak Iran hanya akan memberi akses kepada pejabat di atas Dubes pada tanggal 2 kalau saya tidak salah. Jadi kita juga tidak memiliki kesempatan untuk mengirimkan pengganti," sambung dia.

img_title Target Rahasia Trump Terbongkar! Situs Nuklir 'Mustahil Tembus' Iran Kini Jadi Sasaran Utama Militer AS?

Setelah komunikasi secara intens dengan pihak Teheran, RI kemudian mendapat izin agar pejabat setingkat menteri untuk hadir.  

"Kemudian setelah itu kita juga berkoordinasi, dan karena pemakaman itu akan dilaksanakan pada tanggal 9 atau hari Kamis, maka kita berencana akan hadir," janjinya. 

img_title Buktikan Ancaman, Iran Bombardir Pangkalan Militer AS di Lima Negera Ini, Jadi Target Utama Rudal Balistik?

Puluhan juta rakyat Iran padati prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

Photo :
  • Instagram

"Saat ini kami masih menunggu jawaban waktu dan tempat di mana kita bisa menghadiri upacara pemakaman tersebut. Karena seperti kita ketahui juga, bahwa ada prosesi yang dilakukan terkait dengan rangkaian acara dari pemakaman tersebut."

img_title Iran Sebar Ancaman: Pangkalan AS dan Negara Tetangga Kini Jadi 'Target Sah'

Lebih lanjut Sugiono juga mengatakan, bahwa dirinya nanti akan didampingi Ketua MPR Ahmad Muzani. 

Kedua politisi Gerindra itu diutus langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

"Rencananya yang akan berangkat Menteri Luar Negeri Republik Indonesia bersama bersama dengan Ketua MPR RI," ucapnya.

"Dari beberapa komunikasi yang terus kita lakukan bahwa karena penghormatan terhadap beliau sangat besar, kemudian massa juga sangat besar di sana. Pihak Iran masih mencoba untuk mencari titik atau spot yang tepat untuk menerima kunjungan kita," timpalnya lagi.

Diberitakan sebelumnya, pemakaman ini diposisikan bukan sekadar ritual duka, tapi panggung persatuan nasional sekaligus bukti kompetensi birokrasi di tengah tekanan musuh. 

Lambang resmi yang disebarkan Badan Rencana Pemakaman pun sarat pesan. 

Kepalan tangan Ali Khamenei berdampingan dengan satu slogan tegas berbunyi, "Kita harus bangkit."

Kehadiran jutaan warga diklaim sebagai bukti bahwa rakyat Republik Islam tetap satu suara dan ambisi ini tidak berhenti di dalam negeri. 

Dengan menggelar acara bergabung besar-besaran di Irak, negara dengan populasi Syiah besar dan milisi-milisi binaan, Teheran sekaligus memamerkan pengaruh regionalnya. 

Ilmuwan politik, Saeid Golkar menilai Iran sedang meletakkan legitimasi jauh di atas realitas perselisihan di masyarakat.

Dengan kata lain, di balik kemegahan proses pemakaman yang berlangsung selama 6 hari ini, Republik Islam itu sedang membangun citra keutuhan di tengah retakan yang sesungguhnya tak pernah sepenuhnya tertutup.