Sebelum Diteror Pakai Drone Granat Replika, Pengacara di Depok Ini Terima Pesan Misterius, Apa Isinya?

Polisi sita drone dan replika granat di rumah pengacara Depok
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Polisi tengah mendalami kasus dugaan teror benda menyerupai granat yang menyasar rumah seorang pengacara bernama Novianus Martin Bau di kawasan Pondok Petir, Bojongsari, Kota Depok.

img_title Astagfirullah, Keluarga Suratji di Depok Jadi Korban Intimidasi Tetangga Selama Bertahun-Tahun

Adapun peristiwa itu terjadi sekira pukul 03:45 WIB pada Minggu, 5 Juli 2026.

Belakangan diketahui, sebelum mendapat kiriman drone yang membawa granat replika, Novianus sempat mendapat teror atau ancaman melalui pesan singkat WhatsApp (WA).

img_title Rudal Balistik IRGC Lumpuhkan Kapal dan Pangkalan AS, Produksi Drone Iran Melonjak 3 Kali Lipat?

"Kronologinya memang diduga korban ada mendapat ancaman juga dari pesan singkat. Kemudian akhirnya dikirimkan seperti yang teman-teman saksikan (drone dan granat mainan)," kata Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Gede Made Oka Utama saat dikonfirmasi pada Selasa, 7 Juli 2026. 

Ia memastikan, bahwa benda yang diduga mirip granat itu ternyata tidak berbahaya.

img_title Terungkap! Mayat di Apartemen Saladin Depok Ternyata Buronan, Polisi Periksa Manajemen

"Sudah kita cek dengan menerjunkan tim Gegana, itu mainan berbentuk granat," jelasnya.

Tim Gegana Brimob olah TKP temuan granat replika di Depok

Photo :
  • Istimewa

Lebih lanjut Oka mengatakan, lokasi temuan drone dan granat mainan ini berbeda dengan TKP rumah yang pagarnya dibakar.

"Berbeda. Itu bisa kita pastikan berbeda, memang tidak ada hubungan antara korban," katanya.

Saat ini, polisi juga tengah mendalami kasus dugaan pembakaran tersebut. 

"Masih dalam penyelidikan. Korban hari ini baru membuat laporan polisi di Polsek Bojongsari. Masih kita lakukan pemeriksaan."

Sedangkan kasus teror granat mainan ini, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi.

Oka mengaku belum bisa membeberkan isi pesan teror yang diterima oleh korban.

Namun menurut keterangan sementara, yang bersangkutan memang sedang terlibat masalah dengan seseorang, tapi Oka belum bisa menjelaskan secara rinci.

"Tapi kita akan buktikan hal tersebut, kita lakukan pemeriksaan mendalam terhadap korban, apakah itu memang faktanya demikian atau tidak," ujarnya.

Oka tak menampik, dugaan teror ini ada kaitannya dengan profesi korban sebagai pengacara.

"Ya tentunya kita dalami hal tersebut. Yang bersangkutan merupakan pengacara, tentunya ada beberapa perkara-perkara yang juga sebagai pendampingan terhadap korban ataupun mendampingi pihak terlapor."

Lantas apakah itu ada kaitannya dengan perkara yang ditangani korban?

"Ini yang perlu kita dalami karena yang bersangkutan juga banyak yang melakukan pendampingan karena memang pekerjaannya yang bersangkutan demikian sebagai pengacara," ucap Oka.

Halaman Selanjutnya
img_title