Gandeng UI, Kemendagri Tuntaskan Program Kades Masuk Kampus Angkatan I: Kini Waktunya Membuktikan

Program Kepala Desa Masuk Kampus bersama UI
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Program Kepala Desa (Kades) Masuk Kampus Angkatan I bersama Universitas Indonesia (UI) kampus Depok, Jawa Barat telah tuntas pada Kamis, 2 Juli 2026. 

img_title Eks Ketua FPI Depok Siap Perangi LGBT: Ingat, Negara Ini Berlandaskan Ketuhanan!

Program angkatan pertama ini ditutup langsung oleh Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, La Ode Ahmad P. Bolombo.

La Ode menjelaskan, pembelajaran intensif yang diikuti para kades dari berbagai daerah ini adalah bagian dari upaya peningkatan kapasitas kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan.

img_title Sebanyak 434 Orang Ikut Program Kepala Desa Masuk Kampus di UI

Tak lupa ia menyampaikan apresiasi kepada Rektorat UI dan jajaran serta seluruh peserta yang telah mensukseskan pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, semangat para kepala desa selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan menunjukkan komitmen kuat untuk terus meningkatkan kompetensi dalam memimpin dan membangun desa.

img_title MA Kabulkan Kasasi UI, Promotor Disertasi Bahlil Tetap Disanksi!

La Ode menilai, Program Kades Masuk Kampus merupakan langkah strategis pemerintah dalam mencetak pemimpin desa yang profesional, akuntabel, adaptif, serta mampu menjawab tantangan pembangunan di era digital dan transformasi sosial ekonomi.

"Kepala desa saat ini dituntut menjadi pemimpin yang responsif dan mampu menjawab tantangan pembangunan desa yang semakin kompleks," katanya dikutip pada Selasa, 7 Juli 2026.

Ia juga berpesan agar seluruh ilmu, pengalaman, serta jejaring yang diperoleh selama mengikuti program dapat diimplementasikan di daerah masing-masing.

Para peserta didorong menjadi agen perubahan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta penguatan tata kelola pemerintahan desa.

Selain itu, para kades diminta segera menyusun rencana aksi yang konkret setelah kembali ke daerah masing-masing dengan membangun kolaborasi bersama pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.

La Ode pun berharap, lulusan Angkatan I dapat menjadi contoh bagi kepala desa lainnya sehingga program ini terus berkembang sebagai salah satu pilar peningkatan kapasitas aparatur daerah.

"Program ini telah memberi ruang belajar, memperluas wawasan, dan memperkuat jejaring," tuturnya. 

"Kini waktunya para kepala desa membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh bukan hanya untuk diketahui, tetapi untuk diwujudkan menjadi kemajuan nyata bagi desa, masyarakat, dan bangsa," sambung dia.