Beda Perlakuan! Iran "Tampar" Arab Saudi dengan Kutipan Ayat Perang Badar, sedangkan China dengan Doa Ini

Prosesi pemakaman eks Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Puluhan juta rakyat Iran berkumpul, memberikan penghormatan terakhir pada mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei

img_title Iran Luncurkan Serangan Rudal dan Drone ke Basis AS, Ini Target yang Dihancurkan

Momen ini turut dihadiri sejumlah delegasi dari berbagai negara, termasuk di antaranya adalah Arab Saudi yang merupakan negara sekutu Amerika Serikat.

Dikutip dari kanal YouTube Kompas, pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mendadak jadi sorotan karena berubah menjadi panggung politik yang cerdik. 

img_title Makin Panas, Aroma Balas Dendam Kian Nyata, Poster Presiden AS dalam Peti Mati Terpampang di Teheran, Matilah Trump!!

Lewat para pembaca Al Quran di lokasi, Iran sengaja membacakan ayat yang berbeda-beda untuk setiap delegasi asing yang datang. 

Cara ini dinilai sukses menampar muka dua negara besar, yaitu Arab Saudi dan Turkiye.

img_title Strategi AS Hadapi Iran Jadi Sorotan, Laporan Internasional Ungkap Alasannya

Arab Saudi disindir lewat ayat perang Badar karena dianggap tidak tegas pada Amerika. Sedangkan Turki disentil karena sikapnya yang terlalu cari aman. 

Lewat bahasa kitab suci, Iran berhasil menyampaikan pesan menohok sekaligus menyaring siapa kawan dan lawan mereka. Berikut ulasan selengkapnya.

Kutipan Ayat Perang Badar 

Prosesi penghormatan terakhir untuk mendiang pemimpin tertinggi Iran ini berlangsung selama 3 hari berturut-turut.

Acara igelar di kompleks Mossala Besar Teheran, tempat ibadah terbesar di negara tersebut. 

Momen utama yang paling banyak menyita perhatian publik internasional terjadi pada Jumat 3 Juli 2026. 

Pada hari itu delegasi pemerintah Arab Saudi maju untuk memberikan penghormatan terakhir. 

Delegasi ini dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Walid bin Abdulkarim Al-Khereiji.

Jutaan rakyat Iran padati proses pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

Photo :
  • Istimewa

Laporan media Iran internasional menyebutkan tepat ketika utusan dari Riyad tersebut berjalan mendekat, pembaca Al-Qur'an di lokasi langsung mengumandangkan surah Ali Imran ayat 13. Ayat tersebut memiliki arti resmi sebagai berikut: 

"Sungguh, telah ada tanda (bukti) bagimu pada dua golongan yang bertemu (dalam pertempuran). Satu golongan berperang di jalan Allah dan (golongan) yang lain kafir yang melihat dengan mata kepala bahwa mereka (golongan muslim) dua kali lipat jumlahnya. Allah menguatkan siapa yang Dia kehendaki dengan pertolongan-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati)."

Sebuah artikel analisis dari Middle East I pun menjelaskan konteks sejarah di balik pemilihan ayat tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title