Trump Kembali Berulah, Iran: Jika Amerika Mau Perang, Maka Kami Adalah Ahlinya
- Istimewa
Siap – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversi di tengah suasana berkabung atas proses pemakaman mendiang Ayatollah Ali Khamenei, eks Pemimpin Tertinggi Iran.
Trump mengklaim, bahwa pihak Washington sengaja menghentikan sementara pembicaraan dan memberikan “waktu libur seminggu” agar Iran dapat menyelenggarakan upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei.
“Kita menghancurkan Iran, mereka sangat ingin berdamai. Kita berikan waktu seminggu untuk pemakaman karena kita bersikap baik,” katanya saat berbicara dalam perayaan peringatan 250 tahun kemerdekaan AS di Gunung Rushmore, Dakota Selatan belum lama ini.
Trump juga mengklaim, kekuatan militer yang dimiliki AS telah membuat Teheran lemah dan sangat menginginkan kesepakatan damai.
Tak cukup sampai di situ, Trump bahkan mengancam, AS bisa saja menghabisi Iran dalam satu tembakan selama acara proses pemakaman Ali Khamenei.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump ancam Iran
- Istimewa
Namun, ia mengaku tak akan melakukannya karena menghargai niat Teheran untuk berunding.
"Mereka semua ada di sana. Satu tembakan saja, kami bisa menghabisi mereka semua. Tapi kami tidak akan melakukannya karena nanti kami tidak punya lagi pihak untuk diajak bernegosiasi," ucapnya dengan nada angkuh.
Trump bahkan sempat mengolok-olok jutaan warga Republik Islam yang menghadiri prosesi pemakaman tersebut. Menurutnya itu hanyalah air mata palsu.
Ultimatum Keras Teheran
Merespon hal tersebut, Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ali Abdollahi, memperingatkan AS dan Israel agar tidak melancarkan serangan selama berlangsungnya prosesi pemakaman.
"Kami memperingatkan musuh-musuh, khususnya Amerika Serikat dan rezim Zionis (Israel), agar tidak melakukan salah perhitungan dan mempertimbangkan pembalasan keras yang akan dilakukan angkatan bersenjata kami terhadap setiap ancaman maupun agresi terhadap negara kami," tegasnya.
Kota rudal bawah tanah Iran siap beroperasi serang Israel
- Istimewa
Peringatan keras juga dilontarkan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.
Ia memastikan bahwa negaranya tak akan tinggal diam jika AS maupun sekutunya nekat membuat onar.
"Jika Amerika mau perang, maka kami adalah ahlinya. Apakah Amerika akan ingkari janjinya? Mungkin saja, Kami tidak sepenuhnya percaya dan kami sudah menyiapkan aksi selanjutnya," ancam dia.