Ngeri, Ini Skenario Mengerikan di Balik 'Peringatan Rahasia' AS ke Iran, Israel Incar Nyawa Araghchi dan Ghalibaf?

Potret ilustrasi Jet tempur
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Mengejutkan, baru baru ini beredar kabar soal sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah melayangkan "peringatan tidak langsung" kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.

img_title Iran Ungkap Risiko yang Bisa Menghantam Washington, Blokade Ekonomi AS Tak Berpengaruh?

Hal itu merupakan kekhawatiran besar bahwa Israel disebut sebut sedang merencanakan "operasi pembunuhan terhadap kedua negosiator" itu untuk menggagalkan diplomasi damai.

Dilansir dari laporan New York Times, sebagaimana dikutip Times of Israel, Jumat (3/7/2026), ancaman pembunuhan ini mencuat dalam beberapa pekan setelah kesepakatan gencatan senjata 8 April.

img_title Iran Kirim Peringatan Keras ke AS, Apa yang Terjadi Jika Blokade Berlanjut?

Meski belum menemui titik temu yang ideal, sejauh ini menghentikan perang antara AS-Israel melawan Iran.

"Washington khawatir jika Israel benar-benar menghabisi Araghchi dan Ghalibaf, seluruh proses meja perundingan yang sedang berjalan akan hancur berantakan dan memicu pertempuran bersenjata baru yang jauh lebih masif," ujar seorang sumber seperti dikutip CNBC.

img_title Utang Jadi Instrumen Perekrutan Perang? Iran Soroti Strategi Baru di Balik Konflik

Detik-Detik Menegangkan Jet Israel Cegat Pesawat Iran

Ghalibaf sendiri dilaporkan baru saja lolos dari maut setelah pesawat yang ditumpanginya terpaksa melakukan pendaratan darurat di Mashhad, wilayah timur laut Iran.

Insiden ini terjadi saat ia dalam perjalanan pulang dari Islamabad, Pakistan, usai menggelar dialog intensif dengan Wakil Presiden AS JD Vance pada 12 April.

Pasukan keamanan Iran dilaporkan mendeteksi ada dua jet tempur Israel yang nekat menerobos wilayah udara mereka melalui rute Irak.

Keduanya diindikasikan hendak menyergap pesawat sang ketua parlemen.

Akibat situasi darurat tersebut, Ghalibaf dan seluruh delegasi Iran terpaksa dievakuasi. Ia harus menempuh jalur darat selama delapan jam demi bisa kembali ke ibu kota Teheran.

Jalur Belakang Diplomasi AS dan Intervensi Pakistan Mengingat risikonya yang sangat fatal bagi stabilitas global, otoritas AS sampai harus meminta bantuan dari para pejabat di beberapa negara sekutu kawasan Timur Tengah untuk meneruskan pesan peringatan rahasia ini langsung ke Teheran.

Langkah preventif ini diambil karena sejak awal perang pecah pada 28 Februari, militer Israel terus secara sistematis menargetkan dan membunuh jajaran kepemimpinan senior Iran, termasuk kepala keamanan nasional Ali Larijani dan mantan menteri luar negeri Kamal Kharazi, yang sebenarnya merupakan figur potensial untuk bernegosiasi dengan AS.

Halaman Selanjutnya
img_title