Pesan Keras Iran untuk AS di Balik Rute Perpisahan Ali Khamenei: Washington Dipaksa Tunduk

Salah satu rute arak-arakan mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Proses pemakaman untuk menghormati mendiang Ayatollah Ali Khamenei dibanjiri jutaan warga Republik Islam Iran

img_title Suasana Makin Tegang, Iran Tantang AS Bertempur Langsung

Rencananya mantan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran itu bakal dimakamkan pada 9 Juli 2026, mendatang.

Prosesi ini lebih dari sebuah penghormatan terakhir, tapi juga membawa pesan khusus terhadap Amerika dan para sekutunya. 

img_title Presiden Iran Tantang Militer Amerika Perang Tatap Muka: Jangan Cuma Berani dengan Sipil

Dikutip dari kanal YouTube Kompas

4 bulan setelah setelah Amerika Serikat Israel merenggut nyawanya, Ali Khamenei akhirnya bakal diantara ke tempat peristirahatan terakhir.

img_title Iran Keluarkan Tantangan Berani ke AS, Ketegangan Timur Tengah Makin Panas

Bukan dengan upacara seadanya, tapi dengan arak-arakan akbar 6 hari di dua negara. 

Bagi musuh-musuhnya, ini seharusnya jadi panggung kekalahan. 

Tapi yang terjadi justru sebaliknya, Amerika Serikat yang ingin segera keluar dari perang malah harus tunduk-menunda negosiasi demi jeda berkabung Republik Islam.

Hal itu seolah membuktikan, kepala boleh tumbang tapi tubuh Republik Islam tak ikut runtuh. 

Rute terakhir prosesi arak-arakan mendiang Ayatollah akan menapaki jejak sejarahnya sendiri dari Teheran hingga tanah suci Syiah di Irak. 

Seperti apa rutenya dan mengapa duka ini justru jadi pesan kuasa yang sulit ditaklukkan Amerika Serikat? 

Rute Pemakaman

6 hari ke depan, jasad Ali Khamenei akan menempuh perjalanan terakhirnya melintasi enam titik di dua negara.

Titik pertama, Grand Mossala Teheran. Kompleks raksasa ini bukan sekadar tempat salat Jumat, tapi juga panggung upacara kenegaraan dan pertemuan keagamaan. 

Di sinilah otoritas agama dan kekuasaan negara Iran bertemu. 

Menyemayamkan jenazah Khamenei di sini menegaskan dua wajahnya sekaligus, yakni sebagai ulama tertinggi Syiah sekaligus kepala sistem pemerintahan ulama.

Dari sana prosesi bergerak menyusuri jalan-jalan utama Teheran.

Ini adalah perpisahan dari pusat kekuasaan tempat kedudukan presiden, parlemen hingga markas militer Iran. 

Prosesi pemakaman eks Pemimpin Tertinggi Iran

Photo :
  • IRNA

Arak-arakan ini bukan sekadar duka, tapi juga sinyal bahwa kepemimpinan negara tetap berlanjut di tengah masa transisi. 

Garis perjalanan lalu bergeser ke Qom. Kota ini adalah jantung pendidikan Syiah Republik Islam.

Rumah seminar-seminar yang melahirkan generasi ulama. 

Di Qom juga berdiri makam Fatimah Mesume, saudara perempuan Imam Reza. 

Berhenti di sana menegaskan akar keagamaan yang selama ini menopang otoritas Khamenei. 

Halaman Selanjutnya
img_title