Eks Ketua FPI Depok Siap Perangi LGBT: Ingat, Negara Ini Berlandaskan Ketuhanan!

Aksi damai FPI Depok beberapa tahun lalu
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Mantan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kota Depok, Habib Idrus Al Gadri mengecam keras adanya perilaku seks menyimpang seperti LGBT

img_title Fadli Zon Minta Guru Besar Humaniora Tulis Sejarah Indonesia secara Utuh

Menurut dia, fenomena tersebut belakangan ini telah sangat meresahkan, dan tak sedikit yang memberi dukungan terhadap perilaku menyimpang tersebut. 

Habib Idrus menilai, LGBT bukan hanya merugikan diri sendiri tapi juga masyarakat sekitar. 

img_title UI Buat Roadmap Potensi Nilai Ekonomi Pohon Mangrove, Bisa Jadi Alternatif Pendapatan Pemda di Kawasan Pesisir

"Resah bangetlah. Ini kan (LGBT) berimbas bukan ke mereka (pelakunya) aja, tapi kan berimbas ke keluarga lainnya. Jadi ya sangat-sangat meresahkan. Dan memang harus ditindak tegas, bukan dibiarkan tapi harus ditindak tegas," katanya saat dikonfirmasi pada Sabtu, 4 Juli 2026. 

Sosok yang sempat menjabat sebagai Ketua FPI Depok selama 18 tahun ini menilai, perilaku LGBT belakangan ini terkesan sudah tak lagi bisa dibendung. 

img_title UI Green Marathon 2026 Diikuti Ribuan Peserta, Rektor : Lari Bukan Sekedar Kebutuhan Olahraga

"Iya, memang mereka sudah mulai terang-terangan. Dan yang saya terima informasi, mereka sengaja mempublikasikan gitu kan, di-share ke semua video, dilihat, akhirnya menjadi biasa orang melihat tayangan-tayangan begitu," tuturnya.

Habib Idrus menilai, kondisi ini terjadi akibat lemahnya sistem pengawasan dan hukum yang berlaku di Indonesia.

"Kalau saya menilai karena kurangnya pendidikan agama dan moral. Kalau zaman dulu waktu masih kecil kan ada pendidikan-pendidikan moral pancasila, kan itu diterapkan." 

"Nah sekarang kan agamanya juga di sekolah juga kayak, kayak dianggap hal gimana ya? Jadi intinya kembali ke diri kita. Kembali ke diri kita, keselamatan mempertahankan diri dengan iman, intinya itu," sambungnya. 

Mantan Ketua FPI Depok Habib Idrus Al Gadri

Photo :
  • Istimewa

Sosok yang juga dikenal sebagai ulama Depok ini menilai, hal tersebut telah menandakan bahwa dunia sudah berada di akhir zaman.

Karena itulah, menurutnya setiap individu wajib menjadi benteng terakhir dalam keluarga masing-masing. 

Ia pun berharap, ada aturan hukum yang jelas atas perilaku menyimpang ini.

"Ya paling tidak kita harus bisa membentengi keluarga. Kalau kita sayang sama anak, sama keluarga, ya dibuat undang-undang pelarangan," ujarnya. 

"Kecuali mereka memang yang mendukung ini, kecuali memang mereka salah satu dari bagian mereka (LGBT), naudzubillah ya. Ini kan akan mendapat azab dari Allah."

Halaman Selanjutnya
img_title