Dituding 'Lembek' ke Prabowo Tapi Garang ke Jokowi, Rocky Gerung Blak Blakan Bilang Saya.....
- Istimewa
Siap –Pengamat politik Rocky Gerung menjadi buah bibir di media sosial menyusul sejumlah sikapnya belakangan ini.
Kritik tajam disampaikan kepada Rocky karena ia dianggap berat sebelah dalam pemikiran.
Rocky dinilai sangat kritis terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo tetapi terlalu lembek terhadap kepemimpinan Prabowo Subianto.
Menanggapi tudingan tersebut, Rocky akhirnya memberikan klarifikasi mendalam. Dalam sebuah acara bedah buku "MARHAENISME: Dalil Baru untuk Gen Z" karya Airlangga Pribadi Kusman" yang disiarkan oleh PDIP Perjuangan Surabaya pada 27 Juni lalu, Rocky menjawab semua tudingan-tudingan itu secara gamblang.
"Wartawan bertanya ke saya, aktivis bertanya ke saya 'Rocky Gerung Anda harus mengkritik seperti Anda mengkritik ke Jokowi dong, kenapa lemah ke Prabowo, Anda gak jujur'?" ujar Rocky menirukan pertanyaan kepadanya.
Rocky lantas bertanya, "Apa yang perlu saya kritik? Kebijakannya (Prabowo)? oke," katanya. Ia menjelaskan bahwa dirinya tetap mengkritik Prabowo, salah satunya terkait anggaran negara yang habis untuk Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) serta beban kerugian Whoosh.
Namun, ia mengajak publik melihat akar masalahnya.
"Astagfirullah? yang bikin Whoosh itu siapa, yang bikin IKN itu siapa? kenapa yu bilang 'betul'?" katanya menyindir pemerintahan Jokowi.
"Ini yang saya mau bilang bagaimana kemampuan kita untuk memfilter persoalan itu telah hilang, enggak mungkin saya kritik Prabowo seperti saya kritik Jokowi," tegasnya.
Menurut Rocky, ia baru mengkritik Jokowi pada periode kedua setelah melihat rekam jejak kebijakannya, sedangkan Prabowo saat ini baru berjalan di periode pertama.
Pengamat sosial politik itu menilai kemarahan publik saat ini harus dilandasi dengan logika yang tajam, bukan sekadar emosi tanpa arah.
Saat ditanya mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rocky mengaku setuju dengan konsep tersebut karena merupakan perintah konstitusi demi keadilan sosial.
"Apakah itu artinya saya memihak ke pemerintah?" tanya Rocky merespons spekulasi pertanyaan tersebut.
"Enggak. Saya memihak konstitusi," jawabnya.
Kendati mendukung konsepnya, ia tetap mengingatkan potensi korupsi dalam pelaksanaannya.
Kritik terhadap Eks Ketua BEM UGM dan Gerakan Mahasiswa