Dokumen Rahasia Bocor, Dampak Perang Iran Ternyata Lebih Parah dari Klaim Israel-AS
- Istimewa
Siap – Dunia kembali dikejutkan dengan bocornya dokumen rahasia yang menunjukkan data kehancuran Israel dan Amerika akibat perang Iran. Kondisinya jauh lebih parah dari yang terungkap di media.
Lantas seperti apa isi data yang bocor ke ranah publik tersebut?
Dikutip dari kanal YouTube Kompas, perang antara Republik Islam Iran melawan aliansi Amerika Serikat dan Israel kini membuka fakta baru.
Narasi bahwa sekutu regional AS tidak tersentuh kini resmi runtuh.
Dokumen rahasia pemerintah Tel Aviv, Israel yang baru saja bocor mengungkap fakta mengejutkan.
Kehancuran infrastruktur vital akibat gempuran Teheran, Iran jauh lebih parah dari yang diungkap ke publik.
Belum lagi Washington yang dituding mengalami kebutaan strategis karena keunggulan militer mereka gagal meredam kekuatan Republik Islam.
Fakta apa yang sebenarnya disembunyikan? Berikut ulasan selengkapnya.
Data Internal Israel Bocor
Selama ini zionis Israel selalu berusaha mengecilkan dampak serangan yang masuk ke wilayah mereka. Namun kebohongan publik itu akhirnya terbongkar satu persatu.
Berdasarkan laporan dari Mehr News Agency, sebuah dokumen resmi milik pemerintah Israel yang bocor mengungkap serangan rudal Iran terhadap kilang minyak Bazan di Teluk Haifa.
Serangan itu menghancurkan infrastruktur yang jauh lebih penting daripada yang diakui sebelumnya.
Jaringan berita Quds atau QNN melaporkan, draf dokumen resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri Israel menunjukkan skala kerusakan yang sangat luas.
Dokumen rekonstruksi tersebut merinci kehancuran total pada beberapa komponen vital.
Komponen itu adalah turbin gas dan boiler uap yang hancur, ruang listrik dan sistem bantu yang mengalami kerusakan parah.
Kemudian tangki penyimpanan produk minyak berkapasitas hingga 12.700 m³ yang dipastikan rusak total dan tidak dapat diperbaiki lagi.
Kerusakan ini secara langsung memukul kapasitas operasional kilang dalam memproduksi bensin yang memenuhi spesifikasi pasar.
Ilustrasi serangan rudal Iran ke wilayah Israel
- Istimewa
Fakta ini pun jelas membantah klaim Menteri Energi Israel, Eli Cohen yang sempat sesumbar, bahwa serangan tersebut tidak mengganggu fasilitas produksi atau pasokan bahan bakar.
Lebih parah lagi, area rekonstruksi yang diajukan kini membengkak hampir dua kali lipat dari izin pasca serangan bulan Juni 2025 lalu.