Jangkauan Rudal Iran Disebut Menyelimuti Timur Tengah, AS Kehabisan Ruang Aman?

Ilustrasi rudal Iran siap hancurkan aset Amerika Serikat
Sumber :
  • Xpert.Digital

Keunggulan Iran tidak hanya terletak pada jarak tempuh rudalnya.

img_title Satu Pernyataan Iran Bikin Peluang Damai dengan AS Makin Tipis

Teheran juga dinilai menerapkan pola serangan yang dirancang untuk mengurangi efektivitas sistem pertahanan udara lawan.

Dalam skenario tersebut, rudal jarak pendek diluncurkan secara beruntun untuk mempersempit waktu respons.

img_title Iran: Tidak Ada Negosiasi Selama Syarat Kami Belum Dipenuhi AS

Sementara rudal jarak menengah digunakan menyerang sasaran yang lebih jauh.

Pada saat bersamaan, rudal jelajah dan drone diluncurkan secara simultan guna membebani sistem pertahanan udara musuh.

img_title Kepala Nuklir Iran Mendadak Pulang dan Batal Bicara di IAEA, Ada Apa?

Strategi tersebut dikenal sebagai saturation attack.

Tujuannya bukan hanya menghancurkan target, tetapi juga membuat sistem pertahanan menghadapi banyak ancaman secara bersamaan sehingga peluang rudal menembus pertahanan menjadi lebih besar.

Selain itu, Iran juga disebut memiliki jaringan terowongan bawah tanah yang digunakan untuk menyimpan sekaligus meluncurkan rudal.

Keberadaan fasilitas tersebut dinilai membuat kemampuan serangan Iran lebih sulit dilumpuhkan hanya melalui satu gelombang serangan balasan.

Dengan kondisi tersebut, sejumlah pengamat menilai pemindahan pangkalan belum tentu mengubah keseimbangan strategis.

Mereka berpendapat tantangan utama bukan lagi lokasi pangkalan, melainkan kemampuan rudal Iran yang semakin presisi dengan jangkauan yang luas.

Pandangan serupa disampaikan mantan Panglima Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Jenderal Kenneth F. McKenzie.

Menurutnya, karakter peperangan modern telah berubah secara signifikan.

Ia menilai ancaman terbesar kini berasal dari kombinasi rudal presisi, drone, serta teknologi pengintaian berbasis satelit.

McKenzie mengatakan kemampuan Iran tidak hanya terletak pada daya jangkau rudal, tetapi juga kemampuan menemukan serta mengunci sasaran dengan lebih akurat.

Di era satelit militer maupun satelit komersial, pangkalan militer berukuran besar dinilai jauh lebih mudah dipantau dibandingkan beberapa dekade lalu.

Karena itu, menurutnya Amerika Serikat perlu menyesuaikan strategi pertahanan, tidak hanya dengan memperkuat sistem perlindungan, tetapi juga mengevaluasi pola penyebaran pasukan.

McKenzie menilai banyak pangkalan Amerika di kawasan Teluk dibangun berdasarkan kebutuhan strategis pada masa Perang Dingin serta operasi di Irak dan Afghanistan.

Menurutnya, situasi keamanan saat ini telah berubah sehingga pendekatan lama belum tentu relevan menghadapi kemampuan rudal Iran yang terus berkembang.

Halaman Selanjutnya
img_title