Jangkauan Rudal Iran Disebut Menyelimuti Timur Tengah, AS Kehabisan Ruang Aman?

Ilustrasi rudal Iran siap hancurkan aset Amerika Serikat
Sumber :
  • Xpert.Digital

Sejumlah fasilitas penting, termasuk markas komando, belasan gedung, serta dua terminal komunikasi satelit dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan rudal dan drone Iran.

img_title Geger, Iran Kembangkan Rudal Supersonik dan Pertahanan Anti-Siluman, Speknya Bikin Trump Melongo, Nih Bocorannya?

Meski aktivitas militer tetap berlangsung, sebagian personel sempat dievakuasi sebagai langkah pengamanan.

Kondisi tersebut membuat Pentagon mulai meninjau kembali efektivitas penempatan pangkalan permanen di kawasan.

img_title Korsel Terjepit di Tengah Konflik Iran-AS, Ada Tekanan dari Trump dan Ancaman Teheran

Laporan The Wall Street Journal menyebut sejumlah pejabat pertahanan tengah mengkaji kemungkinan memindahkan sebagian fungsi pangkalan ke wilayah yang dianggap memiliki tingkat risiko lebih rendah terhadap ancaman rudal dan drone.

Selain itu, kehadiran pasukan Amerika Serikat di Arab Saudi juga disebut berpotensi mengalami penyesuaian.

img_title Diplomasi Iran-AS Kembali Mengemuka, Nasib Selat Hormuz Ikut Dipertaruhkan

Dalam pembahasan internal, Israel termasuk salah satu lokasi yang dipertimbangkan sebagai alternatif untuk menampung sebagian fasilitas militer.

Meski begitu, hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai rencana tersebut.

Di luar pertimbangan strategis, faktor anggaran juga menjadi tantangan besar.

The Wall Street Journal memperkirakan biaya pemulihan fasilitas yang rusak di pangkalan Bahrain saja dapat mencapai sekitar 400 juta dolar Amerika Serikat.

Angka tersebut baru mencakup pembangunan kembali gedung, belum termasuk biaya pembersihan puing, penguatan infrastruktur, maupun pemindahan sistem pertahanan ke lokasi lain.

Sementara itu, lembaga Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan total kerusakan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan mencapai sekitar 2,2 hingga 5,1 miliar dolar AS.

Di sisi lain, muncul pertanyaan apakah relokasi pangkalan benar-benar dapat mengurangi ancaman dari Iran.

Dilansir Al Jazeera, jawabannya tidak sesederhana itu.

Iran saat ini dinilai memiliki salah satu persenjataan rudal terbesar dan paling beragam di kawasan Timur Tengah.

Kemampuan tersebut mencakup rudal balistik, rudal jelajah, hingga drone tempur yang terus dikembangkan selama bertahun-tahun.

Sejumlah analis pertahanan menyebut rudal balistik jarak menengah Iran mampu menjangkau lebih dari 2.500 kilometer.

Dengan jangkauan tersebut, sebagian besar pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah dinilai masih berada dalam radius serangan.

Bahkan, sejumlah analis memperkirakan rudal Iran dapat mencapai wilayah Israel dalam waktu sekitar 12 menit, tergantung jenis rudal yang digunakan.

Halaman Selanjutnya
img_title