Makin Canggih, Rudal Jelajah Iran Bikin Amerika Sulit Kabur: Bombardir Israel Cuma Butuh 12 Menit
- Istimewa
Tujuannya bukan hanya menghancurkan target, tetapi juga memaksa sistem pertahanan menghadapi puluhan ancaman dalam waktu bersamaan.
Iran juga memiliki jaringan terowongan dan fasilitas penyimpanan rudal di bawah tanah.
Keberadaan fasilitas ini membuat kemampuan peluncuran rudal sulit diumpuhkan dalam satu gelombang serangan saja.
Dengan kondisi tersebut, memindahkan pangkalan militer belum tentu mengubah perhitungan strategis.
Pasalnya, tantangan terbesarnya bukan hanya di mana pangkalan dibangun, melainkan seberapa jabat dan seberapa presisi rudal Iran mampu menjangkau sasaranya.
Sedangkan Iran terhadap pangkalan-pangkalan Amerika Serikat memicu perdebatan baru di kalangan militer dan analis pertahanan.
Mereka menilai ancaman terbesar saat ini bukan lagi datang dari pesawat tempur, melainkan dari kombinasi rudal presisi, drone, serta dukungan teknologi pengintai modern.
Mantan Panglima Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) ke-14, Jenderal Kenneth F. McKenzie menilai medan perang telah berubah secara mendasar.
Menurutnya, keunggulan rudal Iran tidak hanya berasal dari jarak tempuhnya, tetapi juga dari kemampuan menemukan dan mengunci sasaran lebih agresif.
Artinya, pangkalan militer yang besar dan menetap kini jauh lebih mudah dipantau dibandingkan puluhan tahun lalu.
Menurutnya, satelit militer maupun satelit komersial membuat pergerakan pasukan semakin sulit.
Kondisi itu memaksa militer Amerika memikirkan cara baru untuk bertahan.
Bukan hanya memperkuat pertahanan, tetapi juga mengubah pola penempakan pasukan.
Kenzie menyebut banyak pangkalan Amerika di kawasan Teluk hanyalah warisan strategi perang.
Pangkalan-pangkalan itu dibangun saat ancaman utamanya adalah Uni Soviet kemudian digunakanu untuk operasi di Irak dan Afghanistan.
Ilustrasi serangan rudal Iran ke wilayah Israel
- Istimewa
Menurutnya kondisi itu sudah berbeda dengan ancaman yang dihadapi saat ini.
Ia menyebut lokasi markas CENTCOM yang terada dekat Iran adalah hasil keputusan lama.
Bukan strategi yang dirancang untuk menghadapi kemampuan rudal Teheran saat ini.
Pandangan serupa juga disampaikan antropolog dan peneliti pangkalan militer Amerika, David Vine.
Ia menilai peran melawan Iran membongkar mitos mengenai pangkalan militer Amerika Serikat.
Vine menegaskan kerusakan luas akibat serangan Iran menunjukkan pangkalan militer tetap bukan lagi jaminan perlindungan.