Polemik Misa Penghiburan Bikin Legislator PDIP Depok Meradang: Copot Itu Lurah dan Camatnya
- Istimewa
HTA menambahkan, ada banyak program atau kebijakan SS yang pro terhadap umat beragama. Salah satunya adalah program wisata keberagaman.
"Itu kan bisa menjadi salah satu wadah sosialisasi sebenarnya. Manfaatkan itu. Kan sudah dikasih kesempatan oleh pemerintah, ada wadah itu. Ya manfaatkan pemerintah setempat, di wilayah, untuk melakukan sosialisasi, kumpul dengan warganya melalui wadah itu," terangnya.
Sebagai informasi, peristiwa ini terjadi saat momen misa penghiburan kematian (requiem) di rumah duka mendiang SLS (70 tahun) pada Minggu, 28 Juni 2026.
Kasus ini viral setelah video yang memperlihatkan adanya dugaan penolakan dari ketua RT setempat terkait ibadah tersebut tersebar di media sosial.
“Pak RT setempat tidak membolehkan, melarang supaya tidak boleh melakukan ibadat apa pun,” kata perekam video dikutip pada Rabu, 1 Juli 2026.
“Hanya boleh ibadat di dalam hati masing-masing,” sambungnya.
Imbas pelarangan itu, seorang romo yang sudah hadir di lokasi tidak dapat melaksanakan misa.
Terjadi Kesalahpahaman
Sementara itu, Lurah Cipayung Husni Mubarok menjelaskan, masalah ini timbul karena adanya kesalahpahaman antara keluarga yang berduka.
Sebagian keluarga hanya ingin mengadakan acara adat, sementara lainnya ingin mengadakan misa penghiburan.
Namun, saat pihak keluarga meminta izin lingkungan, ketua RT setempat sedang berada di luar daerah, begitu pula dengan ketua RW.
Alhasil, ketua RT berhati-hati dan tidak berani langsung mengizinkan karena pada tahun 2018 pernah terjadi konflik/kerusuhan warga akibat acara ulang tahun dengan organ tunggal di rumah yang sama.
“Miskomunikasi dari keluarga itu sebenarnya juga, antara mengadakan hukum adat maupun misa,” kata Husni.
Berakhir Damai
Usai kejadian tersebut, pihak pengurus lingkungan didampingi pihak kepolisian langsung melakukan mediasi dengan keluarga mendiang.
Dari hasil mediasi tersebut, semua pihak sepakat menyelesaikan masalah secara damai.
“Sudah (damai), bahkan tadi saya dampingi semacam kayak doa bersama dengan Kapolsek, dengan RT, warga,” jelasnya.
Bahkan, pihak lingkungan dan kelurahan memberikan bantuan dana duka total sebesar Rp6,5 juta serta membantu pengurusan Surat Keterangan Kematian.
Husni menjelaskan, pihak kelurahan juga mengerahkan Linmas untuk membantu mengatur dan mengamankan lokasi.