Melongok Kolaborasi Sipir dan Napi Sulap 'Lahan Tidur' Lapas Surabaya Jadi Area Produktif

Kepala Lapas Surabaya Sohibur Rachman panen anggur
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Lapas Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam melakukan program pembinaan terkait kemandirian untuk para napi. 

img_title Inovasi Pelayanan Lapas Cibinong Jadi Rujukan LPP Mataram

Adapun cara yang dipersiapkan ialah memberi ragam keterampilan. Di antaranya seperti tata kelola perkebunan, pertanian, perikanan hingga peternakan.

Kepala Lapas Surabaya, Sohibur Rachman mengatakan, program kemandirian ini akan menjadi bekal bagi warga binaan setelah usai menjalani proses hukum.

img_title Pemkot Depok Sidak Kesehatan 199 Dapur MBG, Chandra: Tidak Boleh Ada Kompromi!

Ini merupakan komitmen dari 15 program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Harapannya, ketika warga binaan bebas nantinya, mereka sudah memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan untuk membuka usaha atau bekerja secara mandiri,” katanya pada Rabu, 1 Juli 2026.

img_title Pemkot Depok Perkuat Program MBG, Ribuan Sekolah Masuk Proses Validasi

Sohibur menjelaskan, program pembinaan kemandirian perkebunan yang telah berjalan hingga saat ini di antaranya adalah budidaya buah anggur, sayuran hidroponik, tanaman polyback cabai dan tomat.

“Warga binaan kami arahkan untuk komoditas tanaman hortikultura seperti buah anggur di greenhouse, sayuran hidroponik ada sawi dan kangkung. Kemudian di polyback berupa terong, cabai dan tomat,” ujarnya.

Menurut dia, hasil panen dari perkebunan itu, sudah beberapa kali dipetik dalam jumlah memuaskan. 

Khusus buah anggur jenis jupiter dengan ciri khas warna ungu bercita rasa manis dan renyah telah dilakukan panen perdana pada 23 April 2026 lalu.

“Alhamdulillah, program perkebunan sudah beberapa panen dan banyak yang telah merasakan manfaatnya," paparnya. 

"Khusus buah anggur, kami punya 12 varietas, kebetulan untuk jenis Jupiter menjadi anggur pertama di tempat kami yang mencapai tingkat kematangan lebih cepat dan bulan April lalu telah dipanen,” sambung dia.

Soal pertanian, lanjut Sohibur, pihaknya memanfaatkan lahan tidur menjadi area pertanian produktif.

Program ini memberdayakan warga binaan untuk penanaman komoditas jagung dan pepaya California.

“Melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Latubaya, kami menyiapkan ruang pembinaan produktif bagi warga binaan dalam bercocok tanaman jagung dan pepaya California."

Ia memaparkan, bersamaan dengan petik anggur Jupiter, pihaknya juga telah melakukan panen jagung perdana pada 21 April 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya, dan Kakanwil Kemenkumham Jatim Kadiyono.

“Lahan tidur seluas 5.860 meter persegi, oleh warga binaan melalui pendampingan petugas lapas berhasil disulap menjadi area tanaman jagung. Alhamdulillah menghasilkan 2 ton,” ujarnya dengan senyum mengembang.

Panen jagung manis di Lapas Surabaya ini diharapkan menjadi awal dari program berkelanjutan.

Selain itu, juga ada juga pertanian pepaya California sebanyak 1.000 pohon telah ditanam di lahan seluas 2 hektar.

“Lahan pepaya California ini ada di area dalam dan luar lapas. Harapannya 3 atau 4 bulan ke depan, InsyaAllah kita sudah bisa panen raya pepaya,” ungkapnya.

Program berikutnya perikanan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian, melatih warga binaan menjadi pembudidaya ikan yang terampil dan produktif selama masa hukuman.

“Budidaya ikan air tawar yang telah berjalan dan berhasil dikembangkan disini seperti gurami dan lele. Alhamdulillah ini berkat support dari Dinas Perikanan Sidoarjo. Saat ini sudah ada 14 bioflok.".

Sohibur memastikan hasil panen perdana ikan gurami mencapai 50 kg dan lele sebanyak 60 kg telah terserap di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gratis (SPPG).

Langkah ini merupakan bentuk dukungan penuh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Panen hasil perikanan, beberapa waktu lalu sudah dipasarkan untuk melengkapi menu MBG di wilayah sekitar lapas. Meski belum dalam skala besar, kegiatan perikanan berjalan rutin dan sudah beberapa kali menghasilkan panen,” ujar Sohibur.

Program selanjutnya, yakni peternakan unggas (Entok) yang seluruhnya dikerjakan warga binaan dengan mendapat pendampingan dan pengawasan petugas lapas.

“Proses mulai dari tahap perawatan anakan hingga pembesaran indukan selalu didampingi petugas. Alhamdulillah telur yang dihasilkan juga sudah banyak dan terserap pasar,” ucapnya.

Sohibur menegaskan, program ketahanan pangan di Lapas Porong diharapkan terus berkembang menjadi model pembinaan berkelanjutan.

Dengan pendekatan ini, lapas tidak hanya menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembentukan kemandirian dan harapan baru bagi warga binaan.

“Program ini Selaras dengan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Namun demikian, Ini bukan semata bicara tentang pangan, tetapi juga tentang masa depan mereka. Ada keterampilan yang bisa menjadi bekal hidup setelah bebas,” tuntasnya.