Laporan Terbaru Ungkap Dampak Besar dari Serangan Iran, Amerika Serikat Terdesak?

Ilustrasi serangan Iran yang membuat Amerika Serikat kewalahan.
Sumber :
  • siap.viva/AI

Di Bahrain, sebuah bangunan permukiman di sekitar bandara internasional dilaporkan mengalami kerusakan, meski tidak ada korban dalam insiden tersebut.

img_title Pejabat Militer Amerika Akui Iran Hancurkan Markas Armada ke-5 AS di Bahrain

Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menuding Iran melanggar kesepakatan gencatan senjata.

"Pesawat-pesawat baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta situs radar pantai, karena melanggar perjanjian pencatatan senjata, lagi," katanya.

img_title Perang Iran-AS Merembet ke Energi, Teheran Siapkan Balasan Lebih Keras

Trump juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat siap mengambil langkah militer yang lebih besar apabila situasi terus memburuk.

Sementara itu, proses negosiasi antara Washington dan Teheran melalui mediasi Pakistan masih terus berlangsung.

img_title Basis Militer AS Diserang Iran, Konflik Kini Menyentuh Jantung Operasi Udara

Namun konflik yang belum mereda di sejumlah wilayah Timur Tengah dinilai berpotensi menghambat upaya perdamaian.

Negara-negara Teluk seperti Bahrain dan Kuwait pun disebut menjadi pihak yang paling rentan terdampak karena berada di antara kepentingan kedua negara.

Iran Tegaskan Siap Hadapi Konflik

Sebelumnya, militer Iran kembali menegaskan kesiapannya menghadapi kemungkinan konflik baru dengan Amerika Serikat maupun Israel.

Mengutip kantor berita IRNA, Juru Bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, mengatakan negaranya telah menyiapkan berbagai skenario sebagai respons terhadap kemungkinan agresi di masa depan.

“Kami memperingatkan musuh bahwa jika mereka sekali lagi melakukan agresi dan jatuh ke dalam kesalahan perhitungan lain, seperti yang mereka lakukan di masa lalu dan masih membayar harganya hingga hari ini, mereka pasti akan menghadapi opsi mengejutkan lainnya,” katanya.

Akraminia menyebut Iran telah menyiapkan perlengkapan militer yang lebih modern, metode peperangan baru, hingga kemungkinan pembukaan medan konflik yang belum diperkirakan lawan.

“Perang akan memasuki wilayah yang tidak diantisipasi musuh,” katanya.

Ia juga menilai Amerika Serikat gagal mencapai target selama konflik berlangsung.

Menurutnya, Iran tetap mampu mempertahankan kemampuan operasional militernya.

Sementara dukungan masyarakat terhadap pemerintah justru meningkat hingga akhirnya kedua pihak menyepakati gencatan senjata.