Fakta Mengejutkan di Balik Serangan AS ke Iran dan Balasan IRGC

Ilustrasi ketegangan Iran dan Amerika Serikat (AS) akan segera berakhir setelah ada kesepakatan damai.
Sumber :
  • siap.viva/AI

SiapKonflik antara Amerika Serikat (AS) dan Republik Islam Iran kembali memasuki fase yang semakin berbahaya setelah kedua negara saling melancarkan serangan militer.

img_title 6 Syarat Keras Iran Bikin AS Bimbang, Salah Jawab Auto Perang Panjang

Eskalasi terbaru ini memicu kekhawatiran dunia karena berpotensi menggagalkan kesepakatan gencatan senjata dan mengancam stabilitas jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Mengutip kanal YouTube Kompas, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding Iran telah melanggar perjanjian gencatan senjata yang sebelumnya disepakati kedua negara.

img_title Israel Sesumbar Bisa Lawan Iran, IRGC Siapkan Kejutan: Mereka Ga Akan Mampu dan Tak Punya Kapasitas Lawan Teheran!

Melalui akun Truth Social miliknya, Trump mengumumkan bahwa militer AS telah melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas strategis milik Iran sebagai bentuk respons atas dugaan pelanggaran tersebut.

"Pesawat-pesawat baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta situs radar pantai, karena melanggar perjanjian pencatatan senjata, lagi," katanya.

img_title Rapat Rahasia AS Bocor? Mati Kutu Hadapi Iran, Washington Bahas Opsi Serangan Nuklir ke Teheran?

Trump juga mengingatkan bahwa Amerika Serikat siap mengambil tindakan militer yang lebih luas apabila situasi terus memburuk.

Menurutnya, konflik dapat berujung pada kehancuran Republik Islam Iran apabila eskalasi tidak segera dihentikan.

Sebelumnya, Amerika Serikat telah melaksanakan operasi militer selama dua hari berturut-turut yang dimulai pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa operasi tersebut dilakukan atas perintah langsung Presiden Donald Trump.

Washington menyatakan serangan itu merupakan balasan atas dugaan aksi Iran yang mengganggu jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Sejumlah target yang diserang meliputi fasilitas pengintaian, sistem komunikasi, pangkalan pertahanan udara, hingga gudang penyimpanan drone.

Pada waktu yang hampir bersamaan, ledakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Iran bagian selatan, termasuk kawasan sekitar Pelabuhan Sirik dan Pulau Khasab.

Rangkaian insiden tersebut memperkuat dugaan bahwa kesepakatan damai yang ditandatangani kedua negara di Swiss sekitar dua pekan sebelumnya kini berada di ambang kegagalan.

Di tengah meningkatnya ketegangan, sebuah kapal kargo berbendera Singapura mengalami kerusakan setelah dihantam proyektil yang belum diketahui asalnya ketika melintasi Selat Hormuz pada Kamis, 25 Juni 2026.

Badan keamanan maritim Inggris melaporkan insiden itu terjadi sekitar 14 kilometer dari wilayah perairan Oman.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun bagian anjungan kapal dilaporkan mengalami kerusakan.

Halaman Selanjutnya
img_title