Donald Trump Ancam Musnahkan Iran Karena Langgar Gencatan Senjata
- Istimewa
Siap – Ketegangan di kawasan Timur Tengah dilaporkan kembali meningkat setelah Amerika Serikat dan Republik Islam Iran kembali saling "jual beli" serangan.
Disitat dari kanal YouTube Kompas, Presiden AS Donald Trump menuduh pihak Teheran telah mengingkari perjanjian gencatan senjata.
Melalui akun Truth Sosialnya, Trump menyatakan bahwa pesawat tempur AS telah melancarkan serangan ke wilayah Republik Islam sebagai respons atas dugaan pelanggaran perjanjian damai.
"Pesawat-pesawat baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta situs radar pantai, karena melanggar perjanjian pencatatan senjata, lagi," katanya.
Trump juga mengklaim, jika situasinya terus memburuk, AS bisa mengambil tindakan militer penuh dan negara tersebut akan musnah.
Sebelumnya, AS telah melancarkan serangan terhadap Iran selama 2 hari berturut-turut dan dimulai pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Komando Pusat AS atau CENTCOM mengkonfirmasi bahwa operasi militer tersebut dilancarkan atas perintah langsung dari Presiden Trump.
Tujuannya adalah balasan atas serangan Iran terhadap jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Sasaran serangan AS sendiri meliputi infrastruktur pengintaian, sistem komunikasi, pangkalan pertahanan udara, dan depot penyimpanan drone.
Ilustrasi potret Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
- Istimewa
Dalam waktu yang bersamaan, ledakan dilaporkan terdengar di kawasan Iran Selatan, termasuk di sekitar Pelabuhan Sirik dan Pulau Khasab.
Rangkaian kejadian itu adalah indikasi bahwa perjanjian damai yang ditandatangani oleh kedua negara di Swiss 2 pekan lalu tengah berada di ujung tanduk.
Di tengah eskalasi ini, sebuah kapal kargo berbendera Singapura mengalami kerusakan setelah diterjang proyektil tak dikenal di perairan Selat Hormuz pada Kamis, 25 Juni 2026.
Badan keamanan maritim Inggris melaporkan insiden tersebut terjadi sekitar 14 km dari wilayah Oman.
Tak ada korban jiwa yang dilaporkan, namun bagian anjungan kapal mengalami kerusakan.
Perusahaan keamanan maritim Inggris, mengidentifikasinya sebagai kapal kontainer bernama Ever Lovely.
Situs web marinetraffic.com menunjukkan kapal meninggalkan ladang minyak di Al Shaheen pada Kamis, 25 Juni 2026 dan dijadwalkan berlabuh di Fujairah, Uni Emirat Arab
Kronologi Saling Serang
Gencatan senjata antara Washington dan Teheran terancam batal total setelah kedua negara kembali terlibat aksi saling serang di wilayah Teluk sejak Jumat, 26 Juni 2026.