Perang Pecah, AS Kembali Serang Iran, Trump: Republik Islam Iran Tidak Akan Ada Lagi?

Potret ilustrasi Donald Trump
Sumber :
  • Istimewa

SiapAmerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan militer ke wilayah Iran. Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa pasukan Negeri Paman Sam menyerang sejumlah target strategis sebagai respons atas dugaan pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh Iran.

img_title Iran Hancurkan Markas AS, Perang Makin Memanas

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Sabtu, 27 Juni 2026 waktu setempat, Trump menyatakan serangan tersebut menyasar fasilitas militer yang berkaitan dengan sistem pertahanan dan persenjataan Iran.

Serangan mendadak ini langsung memicu kekhawatiran global akan pecahnya konflik yang lebih besar di Timur Tengah.

img_title Pejabat Militer Amerika Akui Iran Hancurkan Markas Armada ke-5 AS di Bahrain

"Pesawat Amerika Serikat baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta lokasi radar pantai," tulis Trump.

Menurut Trump, operasi militer itu dilakukan setelah Iran disebut kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata.

img_title Perang Iran-AS Merembet ke Energi, Teheran Siapkan Balasan Lebih Keras

Langkah tegas ini diambil demi melindungi aset dan stabilitas keamanan di jalur maritim internasional.

"Ini merupakan respons atas pelanggaran perjanjian gencatan senjata, lagi!" ujarnya.

Sebelum pernyataan resmi dari Trump disampaikan, sejumlah media Iran lebih dulu melaporkan adanya serangan di beberapa wilayah strategis di bagian selatan negara tersebut.

Berikut lokasi yang dilaporkan menjadi sasaran serangan:

• Pulau Qeshm

• Wilayah dekat Kota Sirik

• Sekitar Kota Pelabuhan Bandar-e Lengeh.

Ketiga lokasi tersebut berada di kawasan selatan Iran yang berdekatan dengan jalur pelayaran strategis di sekitar Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Selain menyerang sejumlah wilayah tersebut, Presiden Trump menyebut sasaran operasi militer juga mencakup lokasi penyimpanan rudal, fasilitas penyimpanan drone, serta radar pantai milik Iran.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) turut mengonfirmasi telah melaksanakan serangan terhadap sejumlah target di Iran.

Menurut CENTCOM, operasi tersebut merupakan respons atas dugaan serangan Iran terhadap sebuah kapal niaga yang sedang melintasi Selat Hormuz.

Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai dampak serangan tersebut, termasuk kemungkinan korban maupun tingkat kerusakan di lokasi yang menjadi sasaran.

Namun, situasi di sekitar Teluk Persia dilaporkan dalam status siaga satu.

Dalam pernyataannya, Trump juga mengisyaratkan bahwa Amerika Serikat masih membuka kemungkinan melakukan operasi militer yang lebih luas apabila situasi terus memburuk.

Halaman Selanjutnya
img_title