Acuhkan Trump, Netanyahu Buka Peluang Serang Iran Tanpa Amerika Serikat, Yakin Berani?
- Istimewa
Siap – Hubungan antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat ini diwarnai ketegangan politik yang signifikan imbas perang Iran.
Data yang dihimpun menyebutkan, ketegangan ini dipicu upaya perundingan damai yang terjadi antara Washington dan Teheran.
"Apapun yang terjadi dalam perundingan ini, baik tercapai kesepakatan maupun tidak, saya berjanji kepada Anda bahwa Iran selama saya menjabat sebagai Perdana Menteri tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Tidak akan pernah," kata Netanyahu.
"Selama saya menjabat sebagai perdana menteri Israel Saya tidak akan membiarkan hal itu terjadi," sambungnya.
Disitat dari kanal YouTube Kompas, sikap itu diungkapkan Netanyahu di tengah memburuknya hubungan diplomatik dengan Washington.
Keputusan berani Netanyahu ini ternyata bukan tanpa persiapan. Israel pelan-pelan mengatur taktik untuk meninggalkan ketergantungan atas Amerika Serikat.
Potret ilustrasi Benjamin Netanyahu dan Donald Trump
- Istimewa
Lantas apakah dengan strategi ini Israel mampu menunjukkan kuasanya di Timur Tengah, ataukah ini akan menjadi senjata makan tuan saat kemandirian militer Iran justru lebih teruji saat ini?
Pertanyaan lainnya, apakah ini hanya strategi untuk memenangkan pemilihan umum di mana mayoritas pendukung garis keras Israel ingin Republik Islam itu dihancurkan?
Ingin Lepas dari AS
Israel nampaknya tengah berupaya mengurangi ketergantungan militernya pada AS menyusul hubungan diplomatik kedua negara yang kian retak.
Pernyataan ini disampaikan secara terbuka oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sehari setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati nota kesepahaman damai yang ditolak keras oleh Israel.
Kemandirian ini mulai dirancang secara serius setelah Amerika Serikat sempat menunda pengiriman amunisi pada perang Gaza lalu.
Padahal Israel telah menerima bantuan militer dan ekonomi, sebesar lebih dari 300 miliar dolar Amerika Serikat sejak tahun 1948. Angka itu setara dengan Rp5.386 triliun.
Berdasarkan kesepakatan tahun 2016, Israel masih menerima bantuan sebesar 3,8 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp88,2 triliun setiap tahun, hingga tahun 2028.
Potret PM Israel Benjamin Netanyahu
- Istimewa
Retaknya hubungan dengan Donald Trump kini semakin mempercepat langkah kemandirian tersebut.
Trump secara terbuka mengecam manuver Netanyahu di Lebanon, karena dianggap dapat merusak negosiasi damai dengan Teheran.