MBG Harga Mati, Ribuan Warga Depok Pasang Badan Bela Prabowo: Lawan Antek-antek Asing!
- siap.viva.co.id
Siap – Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Depok menggelar aksi damai mendukung kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto. Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Aksi damai tersebut diawali dengan longmarch dari kawasan Jalan Margonda menuju Depok Open Space (DOS) pada Selasa, 23 Juni 2026.
Ada sejumlah poin yang menjadi dasar aksi ratusan warga Depok tersebut.
Koordinator aksi, Wido Pratikno, menegaskan bahwa gerakan ini adalah murni sebagai bentuk dukungan rakyat terhadap Presiden Prabowo.
"Kami mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dengan kebijakan-kebijakannya," ucap dia.
Wido mengatakan, ada sejumlah agenda yang dibawa dalam aksi ini. Pertama, adalah mendukung penuh program MBG demi kepentingan gizi anak bangsa.
Kedua, mendukung program Koperasi Merah Putih atau KMP.
"Karena Koperasi Merah Putih ini adalah sebuah gotong-royong, karena inilah cita-cita bangsa kita," katanya.
Ketiga, aksi ini dilakukan untuk mendukung pemerintah melawan penjajahan, oligarki dan imperialisme ekonomi.
"Karena hari ini bangsa kita telah dikuasai oligarki, maka dari itu, kita harus bersatu untuk melawan itu semua," jelas Wido.
Keempat, massa peserta aksi juga mendukung Presiden Prabowo yang telah bertindak tegas terhadap para pelaku koruptor dari semua sektor.
"Dan hari ini, Kejaksaan Agung telah melaksanakan itu semua, maka ke depan kita minta terus sikat koruptor."
Kelima, Aliansi Warga Depok juga mendukung Prabowo memberantas mafia tambang dan mafia kelapa sawit.
"Karena tambang dan sawit ini adalah sebuah kekayaan alam bangsa kita, yang cita-cita Pak Prabowo ke depan akan menjadikan kekayaan Indonesia ini dikembalikan ke rakyat, satu orang bisa mendapatkan Rp20 juta. Maka dari itu, kita harus lawan mafia sawit dan tambang," tuturnya.
Kemudian keenam, massa juga mendukung sekolah rakyat dan revitalisasi semua sekolah di Indonesia.
Sebab menurut Wido, sekolah rakyat sangat dibutuhkan bagi orang-orang miskin, anak-anak jalanan, anak-anak terlantar, anak pemulung.
"Mereka tidak punya tempat, maka hari ini kita minta Prabowo Subianto melakukan sekolah rakyat. Sekolah-sekolah dari zaman Presiden Soeharto dengan inpres-nya hari ini pada rusak. Hari ini semua lini harus diperbaiki," ujarnya.