Makin Sesumbar, Israel Sebut Kesepakatan Damai AS- Iran Bencana Besar, Lebanon Harusnya Jadi Arena Bermain Kami?
- Istimewa
“Kesepakatan antara Iran dan AS adalah bencana politik terbesar sejak berdirinya negara [Israel],” kata Avigdor Lieberman, pemimpin partai Yisrael Beiteinu, di X.
Lieberman menilai bahwa AS hanya mementingkan stabilitas ekonomi domestik dan global tanpa memedulikan ancaman keamanan jangka panjang yang dihadapi oleh warga Israel di perbatasan utara.
“Kami harus bertindak sesuai dengan kepentingan Israel dan bukan sesuai dengan harga bahan bakar di bursa saham dunia,” ujarnya, merujuk pada apa yang dilihat para pakar sebagai salah satu motif di balik dorongan Trump untuk mengakhiri perang Iran.
Kendati dihantam gelombang protes dari internal kabinet dan oposisi sayap kanan Israel, proses diplomasi internasional tetap bergulir.
Konflik berdarah yang telah menelan ribuan korban jiwa di Lebanon ini coba diredam melalui meja runding formal.
Sesuai jadwal yang telah disepakati sebelumnya, Israel dan Lebanon dijadwalkan untuk mengadakan putaran kelima negosiasi langsung di Washington pada hari Selasa (23/6/2026).
Pembicaraan ini menyusul empat putaran sebelumnya antara kedua pihak yang dimulai pada bulan April sebagai bagian dari jalur yang bertujuan untuk mengakhiri perang Israel di Lebanon.
Publik kini menunggu apakah amarah Ben-Gvir dan faksi oposisi mampu menjegal draf perdamaian tersebut atau justru Washington tetap memaksakan kehendaknya.