Makin Sesumbar, Israel Sebut Kesepakatan Damai AS- Iran Bencana Besar, Lebanon Harusnya Jadi Arena Bermain Kami?

Potret ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Eskalasi politik di Timur Tengah memasuki babak baru yang penuh ketegangan.

img_title Tak Sudi Diatur AS dan NATO, Iran: Kami Akan Terus Menempuh Jalur Nuklir

Di tengah momentum krusial penandatanganan nota kesepahaman (MOU) antara Amerika Serikat (AS) dan Iran baru-baru ini, internal pemerintahan Israel justru dilaporkan pecah kongsi.

Sejumlah pejabat tinggi dan tokoh oposisi Israel secara terbuka menyatakan penolakan keras terhadap rencana penghentian konfrontasi militer di front utara.

img_title Washington Serba Salah, Iran Punya Cara Membuat Armada AS Terus Mengeluarkan Biaya

Menteri Keamanan Nasional Zionis Israel, Itamar Ben-Gvir, secara blak-blakan menyatakan penolakan terhadap perjanjian gencatan senjata apa pun di Lebanon.

Baginya, militer Israel semestinya memegang kendali penuh tanpa batas di wilayah tetangganya tersebut.

img_title 6 Veteran Garis Keras Iran Pimpin Pertempuran, Strategi Teheran Bikin AS Berantakan

“[Lebanon] seharusnya menjadi arena bermain Israel,” kata Ben-Gvir.

“Israel tidak dapat menyetujui gencatan senjata di Lebanon,” katanya lagi kepada lembaga penyiaran publik Israel, KAN.

Ketegangan politik ini mencuat sesaat setelah pemerintahan Presiden AS Donald Trump memediasi kesepakatan provisori dengan Tehran pada pertengahan Juni 2026.

Kesepakatan strategis tersebut mencakup komitmen penghentian operasi militer di seluruh front, termasuk mendesak pembatasan pergerakan kelompok Hizbullah di Lebanon serta pembukaan kembali Selat Hormuz bagi pasar energi global.

Namun, Ben-Gvir mendesak Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu untuk menyampaikan penolakan Israel terhadap gencatan senjata apa pun di Lebanon kepada Presiden AS Donald Trump.

Ia menilai kedaulatan militer Israel tidak boleh diintervensi oleh diplomasi luar negeri, sekalipun oleh sekutu terdekat mereka sendiri.

“Trump adalah teman sejati, dan kami harus memperlakukannya dengan sopan dan merangkulnya, tetapi kami perlu mengatakan kepadanya bahwa kami tidak dapat menyetujui gencatan senjata di Lebanon,” ujarnya.

“Kamilah yang membuat keputusan, dan ada hasil yang baik bagi tentara kami," imbuh dia.

Penolakannya muncul di tengah meningkatnya perselisihan di kalangan politik dan keamanan Israel mengenai nota kesepahaman antara AS dan Iran dan implikasinya terhadap pengakhiran perang di front Lebanon.

Kebijakan luar negeri Trump yang dinilai terlalu terburu-buru demi menstabilkan harga minyak global kini menuai kecaman hebat di Tel Aviv.

Kritik tidak kalah tajam datang dari ekstrim oposisi yang memandang manuver Washington sebagai langkah mundur yang merugikan posisi strategis Israel yang telah telanjur menginvasi Lebanon Selatan sejak awal tahun.

Halaman Selanjutnya
img_title