Tingkatkan Literasi Islam, MTs Daarul Azmi Gunungsindur Luncurkan Kitab Karya Ilmiah Santri
- Istimewa
Siap –Pondok Pesantren Daarul Azmi Gunungsindur kembali mengukuhkan komitmennya di bidang pendidikan dan literasi.
Pesantren ini secara resmi meluncurkan Kitab Karya Ilmiah Santri tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) Daarul Azmi, yang dikemas dalam rangkaian acara tasyakuran kenaikan kelas dan akhir tahun pembelajaran.
Momentum ini menegaskan visi pesantren dalam mencetak generasi muslim yang tidak hanya menguasai ilmu agama secara teoretis, tetapi juga mampu menuangkan pemikiran kritis mereka ke dalam bentuk karya tulis ilmiah formal.
Peluncuran kitab hasil karya santri kelas 3 MTs Daarul Azmi tersebut dilakukan secara simbolis oleh jajaran pimpinan dan dewan guru.
Karya yang dipublikasikan ini merupakan hasil dari proses pembelajaran, penelitian, serta bimbingan intensif yang dilalui para santri selama masa pendidikan di tingkat Tsanawiyah.
Menulis sebagai Syarat Kelulusan Program penulisan kitab ini telah menjadi salah satu metodologi dan ciri khas pendidikan di MTs Daarul Azmi.
Setiap santri kelas 3 diwajibkan menyusun karya ilmiah berbentuk kitab sebagai salah satu syarat kelulusan.
Melalui program strategis ini, santri dipacu untuk mengembangkan kompetensi literasi, mulai dari menelaah referensi (maraji'), melakukan penelitian, menganalisis data, hingga menulis secara sistematis sesuai dengan kaidah keilmuan Islam.
Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Azmi dalam sambutannya menegaskan bahwa tradisi menulis merupakan warisan intelektual para ulama terdahulu yang wajib dirawat dan dikembangkan.
Budaya literasi yang kuat di masa lalu terbukti mampu menjaga eksistensi ilmu pengetahuan Islam hingga menjadi rujukan dunia saat ini.
Oleh karena itu, santri Daarul Azmi didorong untuk melanjutkan estafet tradisi tersebut sejak usia dini.
"Menulis adalah bagian dari dakwah dan pengembangan ilmu. Melalui karya ilmiah ini, para santri belajar bertanggung jawab terhadap ilmu yang dipelajari, serta membiasakan diri untuk berpikir secara kritis dan sistematis," ujar salah satu pengasuh pesantren di sela-sela acara.
Proyeksi Ekspansi Bahasa Internasional Dalam rencana pengembangannya ke depan, pihak pesantren memproyeksikan agar karya ilmiah santri tidak hanya ditulis dalam bahasa Arab, melainkan juga mulai merambah ke versi bahasa Inggris guna memperluas jangkauan pembaca di tingkat internasional.