Ancaman Trump Bikin Iran Menolak Kembali ke Meja Perundingan
- siap.viva/AI
Siap – Delegasi Iran kembali menunda proses perundingan dengan Amerika Serikat sebagai bentuk protes terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump yang dianggap bernada ancaman.
Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, yang memimpin delegasi Washington dalam perundingan di Swiss pada Minggu, 21 Juni 2026, menghadapi situasi yang tidak mudah setelah tim perunding Iran memutuskan menghentikan sementara pembicaraan.
Keputusan tersebut diambil menyusul sejumlah unggahan Trump di media sosial Truth Social yang berisi peringatan keras kepada Teheran.
Dalam pesannya, Trump mengancam bahwa Amerika Serikat dapat kembali melakukan serangan apabila Iran dinilai gagal mengendalikan kelompok-kelompok sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Menurut laporan berbagai media internasional, sesi dialog yang dipimpin JD Vance sempat berlangsung sekitar 80 menit.
Namun setelah itu, delegasi Iran memilih meninggalkan meja perundingan sebagai bentuk keberatan terhadap sikap Washington.
Pihak Teheran menilai pernyataan Trump bertentangan dengan semangat nota kesepahaman nonagresi yang sebelumnya telah disepakati kedua negara.
Iran juga menuntut penghentian eskalasi konflik di Lebanon sebelum proses negosiasi kembali dilanjutkan.
Meski ketegangan meningkat, JD Vance menegaskan bahwa pemerintah Amerika Serikat tetap membuka peluang untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan Iran dan berharap jalur diplomasi dapat terus berjalan.
Sampai saat ini belum ada kepastian mengenai jadwal lanjutan perundingan.
Penundaan tersebut dinilai menjadi hambatan baru bagi upaya mencapai kesepakatan damai yang lebih luas antara Washington dan Teheran.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menjadi sorotan setelah dilaporkan meninggalkan lokasi menjelang sesi jabat tangan bersama delegasi Amerika Serikat dalam pertemuan di Burgenstock, Swiss.
Araghchi bersama delegasi Iran yang dikenal dengan nama Minab 168 disebut memilih keluar dari ruangan dan menolak ikut serta dalam agenda publik yang melibatkan perwakilan AS.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari kanal YouTube Kompas, sebelum meninggalkan lokasi, Araghchi dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf sempat berbincang singkat dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif.
Rekaman yang beredar memperlihatkan keduanya menyapa tim mediator Pakistan sebelum berjalan menuju pintu keluar.