Berbekal Tasbih Temui Perwakilan Amerika di Swiss, Iran Kirim Delegasi Minab 168, Apa Itu?
- Tasnim News
Siap – Sejumlah perwakilan pejabat Republik Islam Iran telah bertolak menuju Swiss guna pembicaraan lebih lanjut dengan delegasi Amerika Serikat usai penandatangan nota kesepahaman.
Disitat dari kantor berita Tasnim News, adapun delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf.
Delegasi ini diberi nama “Minab 168” untuk mengenang anak-anak yang gugur dalam serangan AS-Israel terhadap sebuah sekolah dasar di Kota Minab, Iran selatan, pada 28 Februari.
Mereka tiba di Zurich, Swiss pada Minggu, 21 Juni 2026 dini hari.
Dipimpin oleh Qalibaf, delegasi tersebut termasuk Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei.
Kemudian Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Ali Baqeri, Gubernur Bank Sentral Abdolnasser Hemmati, serta wakil menteri perminyakan, dan sejumlah pejabat lainnya.
Ilustrasi kesepakatan damai Iran dan Amerika Serikat.
- siap.viva/AI
Dalam unggahan di akun X-nya setibanya di Swiss, Qalibaf menulis bahwa ia percaya bahwa semua aktivitas delegasi Iran sedang diamati oleh anak-anak sekolah yang tidak bersalah di Minab dan para martir Teheran.
Pembicaraan awal antara Teheran dan Washington direncanakan di resor puncak Gunung Buergenstock di Swiss pada hari Jumat.
Itu dilakukan setelah penandatanganan perjanjian gencatan senjata antara Teheran dan Washington.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei mengatakan, negosiasi akhir dengan AS tetap bergantung pada implementasi lima ketentuan nota kesepahaman, menekankan bahwa daya tahan MoU sepenuhnya bergantung pada perilaku pihak lain.
Baqaei menyebut, perjalanan ke Swiss yang telah direncanakan pada Jumat dibatalkan setelah Presiden Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman secara digital, sehingga kunjungan tersebut tidak lagi mendesak.
Amerika dan Iran sepakat akhiri perang
- Istimewa
Sebagaimana diketahui, nota kesepahaman Islamabad antara Teheran dan Washington ditandatangani pada 18 Juni 2026 oleh Presiden Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump.
Kesepakatan itu ditandatangani dua petinggi melalui proses digital simultan tanpa upacara tatap muka.
Para pejabat Iran menggambarkan dokumen tersebut sebagai kerangka kerja politik yang dirancang untuk mengakhiri perang agresi AS-Israel.
Itu adalah perang yang dipaksakan terhadap Republik Islam dan menciptakan jalan menuju kesepakatan akhir yang komprehensif.