Dulu Kawan Kini Menjadi Lawan, Israel Murka AS Lebih Pilih Damai dengan Iran, Kami Sudah Dikhianati Trump!!
- Istimewa
Melihat sekutunya meradang, Trump justru memberikan respons dingin. Ia meminta pihak Israel untuk menggunakan "kepala" mereka dan mulai gerah dengan lobi-lobi intensif dari Yerusalem yang terus membujuk AS agar tetap menyerang Iran.
"Terkadang kamu hanya perlu tenang dan menggunakan akal sense-mu (akal sehatmu)," ucap Trump kepada NBC.
Di balik keputusan kontroversial ini, Trump blak-blakan mengakui bahwa AS sedang terdesak oleh krisis energi global global akibat blokade jalur laut.
Jika jalur pelayaran global di Selat Hormuz tidak segera dibuka melalui jalan damai, pasokan minyak dunia terancam lumpuh total.
"Cadangan [minyak] kami akan habis dalam waktu empat pekan. Anda tahu, ada cadangan di seluruh dunia, dan kita akan benar-benar kehabisan, dan akan ada saatnya kita tidak bisa mendapatkannya lagi," ujar Trump mengenai alasan di balik MoU dengan Iran, seperti dikutip dari The Hill, Rabu (17/6).
Data terperinci dari Badan Informasi Energi (EIA) memperkuat kecemasan Trump. Selat Hormuz merupakan urat nadi minyak dunia tempat lewatnya hampir 20-30% total konsumsi minyak bumi harian global, sehingga penutupannya dinilai mampu memicu resesi ekonomi global dalam hitungan minggu.