Dulu Kawan Kini Menjadi Lawan, Israel Murka AS Lebih Pilih Damai dengan Iran, Kami Sudah Dikhianati Trump!!
- Istimewa
Siap –Gelombang kekecewaan mendalam tengah melanda publik Israel. Langkah mengejutkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memilih berdamai dengan Iran memicu kemarahan besar dari warga di negara sekutu terdekatnya tersebut.
Banyak warga Israel kini merasa ditinggalkan oleh Washington di tengah ketegangan Timur Tengah yang masih membara.
"Kami sudah dikhianati oleh Presiden Trump," ujar Avi Perez, seorang warga Israel yang bermukim di Rehovot, seperti dikutip dari Guardian.
Ketegangan ini memuncak setelah AS dan Iran resmi meneken nota kesepahaman (MoU) kesepakatan damai pada Rabu (17/6).
Proses penandatanganan bersejarah ini dilakukan oleh Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara jarak jauh.
Dokumen MoU tersebut mencakup 14 poin krusial.
Namun, sejumlah analis menilai kesepakatan ini sebagai kemenangan diplomatik bagi Teheran, karena sebagian besar poin di dalamnya dinilai lebih menguntungkan pihak Iran.
Langkah sepihak Washington langsung memicu respons bawah tanah dari Yerusalem.
Menurut seorang pejabat Israel yang berbicara kepada CNN, PM Israel Benjamin Netanyahu secara diam-diam mencoba mengubah kesepakatan AS-Iran yang masih akan dirundingkan dalam waktu 60 hari ke depan.
Sesuai jadwal, perwakilan AS dan Iran akan bertemu langsung di Swiss akhir pekan ini untuk membahas detail kesepakatan lebih lanjut.
Bagi warga Israel, manuver politik Trump ini terasa seperti hantaman keras. Padahal, selama ini mereka berharap AS, sebagai sekutu utama, akan terus membombardir Iran guna melumpuhkan ancaman militer di kawasan tersebut.
"Aneh sekali. Suatu hari kami berada di tempat perlindungan [bom], keesokan harinya, semua seharusnya normal. Tetapi tidak ada yang terselesaikan," kata Shaham Nowick, warga berusia 35 tahun asal Rehovot, kota yang berjarak sekitar 3 kilometer dari Tel Aviv.
Kemarahan publik Israel semakin berlipat ganda setelah Trump mendesak sekutunya itu untuk segera melakukan gencatan senjata dengan Hizbullah di Lebanon.
Iran dilaporkan mengancam akan membatalkan seluruh komitmen damai dalam MoU jika Israel terus melancarkan agresi militer ke Lebanon.
"Warga Israel percaya bahwa perang di Lebanon adalah perang yang adil. Semua orang yang tinggal di Israel memahami bahwa Iran dan Hizbullah adalah satu dan sama," ucap Udi Tenne, seorang penasihat strategis politik dan manajer kampanye internasional di Israel.