Wapres AS Semprot Menteri Israel Gegara Nyinyir ke Trump soal Iran: Sadar Dirilah
- Istimewa
Siap – Wakil Presiden Amerika Serikat, James David Vance melontarkan pernyataan yang cukup keras pada pemerintah Israel karena telah menyudutkan AS terkait Iran.
Adapun puncak kekesalan sosok yang kerap disapa JD Vance itu lantaran jajaran kabinet Bejamin Netanyahu secara masif menjelek-jelekan Presiden AS Donald Trump.
Hal ini terkait dengan keputusan Washington untuk mengakhiri perang dengan Iran.
"Aku sudah lihat laporan media (Axios), bahwa kabinetnya itu sedang marah-marah. Itu tak mencerminkan percakapan yang pernah kualami dengannya (Netanyahu). Tapi mungkin dia mengatakan sesuatu pada orang lain yang tidak dia katakan padaku," katanya.
JD Vance merasa terusik dengan pernyataan-pernyataan tajam yang dilontarkan para menteri Israel.
"Ini memang menggangguku. Kalian pernah melihat orang-orang di dalam kabinet Bibi (Netanyahu) yang berbicara dan menyerang kesepakatan itu, dan dalam beberapa hal sangat menyerang pribadi Presiden AS," tuturnya.
Perdana Menteri Israel bakal ditangkap jika masuk ke sejumlah negara terkait ICC
- Facebook/The Prime Minister of Israel
Merespon hal tersebut, JD Vance kemudian memberikan dua pesan pada kabinet Netanyahu.
"Nomor satu, Donald Trump adalah satu-satunya kepala negara di seluruh dunia yang bersimpati pada bangsa Israel saat ini, dan ia adalah kepala negara dari negara super power dunia," tegasnya.
"Jika aku berada di kabinet pemerintah Israel, aku mungkin tak akan menyerang satu-satunya sekutu kuat yang kumiliki. Di manapun yang tersisa di seluruh dunia."
Kemudian dalam pesan keduanya, JD Vance menilai bahwa kabinet Benjamin Netanyahu tak bisa berpikir secara logis.
"Yang ingin kukatakan adalah, bahwa selama 3 bulan terakhir 2/3 dari senjata pertahanan yang telah melindungi tanah air kalian (Israel) telah dibangun oleh tangan Amerika, dan dibayar oleh pajak USD warga Amerika," tegasnya.
Terkait hal itu, JD Vance pun mengingatkan para menteri Israel untuk berhenti menyudutkan Amerika atas apa yang terjadi saat ini.
"Yang menjadi masalah bagi Israel bukanlah Donald Trump dan siapapun. Warga Israel yang menganggap masalah terbesar mereka adalah Presiden AS harus bangun dan sadari realitas yang sedang dihadapi negara itu saat ini," ucapnya dengan nada tinggi.
Sepakat Akhiri Perang