Penandatanganan Damai Iran dan AS Gagal Digelar di Swiss, Ini Fakta di Baliknya

Ilustrasi pembatalan penandatanganan damai Iran dan AS di Swiss.
Sumber :
  • siap.viva/AI

Siap – Republik Islam Iran memutuskan membatalkan agenda penandatanganan resmi perjanjian damai dengan Amerika Serikat (AS) yang semula dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss, pada Jumat, 19 Juni 2026.

img_title Iran Ungkap Risiko yang Bisa Menghantam Washington, Blokade Ekonomi AS Tak Berpengaruh?

Keputusan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei.

Ia menjelaskan bahwa dokumen kesepakatan sebenarnya telah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu, 17 Juni 2026.

img_title Iran Kirim Peringatan Keras ke AS, Apa yang Terjadi Jika Blokade Berlanjut?

Karena telah berlaku efektif, seremoni tatap muka di Swiss dinilai tidak lagi diperlukan.

"Selama 24 jam terakhir, kami meninjau ini lebih lanjut dan pada akhirnya menyimpulkan bahwa akan lebih baik jika teks tersebut ditandatangani oleh presiden kedua negara tanpa harus hadir secara fisik, di suatu tempat tertentu," ujar Baghaei, dikutip dari kanal YouTube Kompas.

img_title Utang Jadi Instrumen Perekrutan Perang? Iran Soroti Strategi Baru di Balik Konflik

Baghaei menuturkan, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan sejumlah aspek.

Salah satunya agar dokumen yang telah disahkan oleh kepala negara memiliki konsekuensi hukum dan politik yang lebih kuat apabila dilanggar.

"Kami memiliki banyak alasan untuk melakukan ini. Salah satunya adalah ketika sebuah teks telah ditandatangani oleh pejabat tertinggi kedua negara maka pelanggaran terhadapnya akan menimbulkan konsekuensi yang lebih berat," jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan pengalaman sebelumnya, pemerintah Iran menilai penandatanganan secara elektronik lebih tepat dibandingkan menggelar upacara seremonial.

Keputusan pembatalan seremoni di Jenewa juga dikonfirmasi Gedung Putih.

Seorang pejabat pemerintah AS menyatakan tidak ada lagi kebutuhan menggelar penandatanganan resmi karena nota kesepahaman sudah berlaku sejak ditandatangani kedua pemimpin negara.

Dokumen tersebut memuat komitmen Iran untuk mengurangi kadar dan stok uranium yang telah diperkaya.

Sebagai imbalannya, Washington membuka peluang pemberian dukungan ekonomi sesuai ketentuan yang disepakati kedua belah pihak.

Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan Donald Trump menandatangani nota kesepahaman tersebut saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Prancis, tepatnya di sela jamuan makan malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Versailles.

Kesepakatan ini diharapkan menjadi titik akhir konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak pecah pada 28 Februari 2026.

Halaman Selanjutnya
img_title