Bukan Sekadar Kejar Target Panen, Saatnya Paradigma Pertanian Indonesia Bergeser, Dua Sisi Mata Uang Tak Terpisahkan?

Anom Wibisono Ketua Umum Governansi Nusantara Emas (GNE) | Peneliti & Pemerhati Kebijakan Pertanian dan Lingkungan Hidup.
Sumber :
  • Istimewa

Dengan demikian, siklus hara dapat dipertahankan, biaya produksi dapat ditekan, dan dampak lingkungan dapat minimalkan.

img_title Tiga ASN Tewas Ditembak di Jayawijaya, Arief Darmawan: Kemana Suara Komnas HAM?

Dalam sektor tebu misalnya, pemanfaatan vinase yang telah dikelola secara tepat sebagai bagian dari sistem sirkular nutrisi berpotensi mengembalikan unsur hara dan bahan organik ke lahan.

"Dalam sektor tebu misalnya, pemanfaatan vinase yang telah dikelola secara tepat sebagai bagian dari sistem sirkular nutrisi berpotensi mengembalikan unsur hara dan bahan organik ke lahan." Tuturnya.

img_title Korsel Terjepit di Tengah Konflik Iran-AS, Ada Tekanan dari Trump dan Ancaman Teheran

Sebagai contoh konkret, industri gula menghasilkan produk samping berupa vinase yang selama ini sering dipandang sebagai limbah.

Padahal, apabila dikelola secara tepat melalui proses stabilisasi biologis dan diaplikasikan secara terukur, vinase dapat menjadi sumber hara organik yang kaya akan unsur makro seperti kalium (K), serta mengandung berbagai unsur mikro dan senyawa organik yang bermanfaat bagi kehidupan tanah.

img_title Diplomasi Iran-AS Kembali Mengemuka, Nasib Selat Hormuz Ikut Dipertaruhkan

Dalam pendekatan sirkular nutrisi, unsur hara yang sebelumnya diserap tanaman tebu dari lahan, kemudian terbawa ke pabrik dalam bentuk biomassa, sebagian dapat dikembalikan lagi ke lahan melalui pemanfaatan vinase.

Dengan demikian, siklus hara tidak terputus, melainkan membentuk suatu sistem yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Pemanfaatan vinase sebagai bahan baku pupuk organik cair atau sebagai komponen fertigasi organik juga menunjukkan bagaimana produk samping agroindustri dapat diubah menjadi sumber daya yang bernilai.

Selain membantu menyediakan nutrisi bagi tanaman, kandungan bahan organik dalam vinase berpotensi meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah, memperbaiki efisiensi pemanfaatan unsur hara, serta mendukung pembentukan agregat tanah yang lebih baik.

Dalam jangka panjang, pendekatan ini dapat membantu mengurangi kehilangan nutrisi dari sistem pertanian sekaligus menekan ketergantungan terhadap input eksternal yang berasal dari sumber daya tak terbarukan.

Lebih jauh Anom mengatakan, konsep ini mencerminkan filosofi dasar pertanian berkelanjutan: tidak ada sumber daya yang benar-benar menjadi limbah selama masih dapat dikembalikan ke dalam siklus kehidupan.

Apa yang keluar dari lahan harus diupayakan kembali ke lahan dalam bentuk yang aman, bermanfaat, dan bernilai ekologis.

Di sinilah vinase menjadi salah satu contoh nyata bagaimana prinsip ekonomi sirkular dapat diterapkan dalam sektor pertanian Indonesia, khususnya pada ekosistem pergulaan nasional.

Halaman Selanjutnya
img_title