AS dan Iran Capai Rumusan Awal Perdamaian, Dana Miliaran Dolar Uni Emirat Arab Jadi Perbincangan

Ilustrasi dana dolar Uni Emirat Arab (UEA) ditengah perjanjian damai Iran dan Amerika Serikat (AS).
Sumber :
  • Pexels

Siap – Salah satu sekutu dekat Amerika Serikat, Uni Emirat Arab (UEA), dilaporkan telah menyetujui pencairan dana bernilai miliaran dolar AS untuk Republik Islam Iran.

img_title Iran Bidik Titik Lemah Trump, Konflik Diprediksi Terus Berlanjut

Informasi tersebut mencuat saat Teheran dan Washington disebut tengah memasuki tahap akhir perundingan guna mengakhiri konflik yang berlangsung di antara kedua pihak.

Mengutip laporan Reuters yang disiarkan kanal YouTube Kompas dan bersumber dari empat narasumber anonim, UEA disebut menyepakati pencairan dana sedikitnya 10 miliar dolar AS untuk Iran.

img_title Teheran Perluas Strategi Hadapi Amerika, Selat Hormuz Jadi Kunci Tekanan Iran

Dua sumber di kawasan Timur Tengah menyebutkan nilai bantuan tersebut mencapai 10 miliar dolar AS, dengan sekitar 3 miliar dolar AS di antaranya dikabarkan telah lebih dulu dicairkan.

Sementara itu, dua sumber lain mengungkapkan bahwa total dana yang disiapkan bahkan berpotensi mencapai 20 miliar dolar AS, atau setara lebih dari Rp355 triliun.

img_title Iran Tebar Ancaman Baru di Yordania, Intelijen AS Ketar-Ketir Serangan Iran Kian Ganas

Meski demikian, Reuters belum dapat memastikan apakah dana tersebut berasal dari pemerintah UEA atau merupakan aset milik Iran yang selama ini tertahan dalam sistem perbankan negara Teluk tersebut.

Menurut sumber lain, kesepakatan itu disebut sebagai kompensasi atas penghentian serangan Iran terhadap wilayah UEA.

Serangan langsung terakhir Iran ke wilayah Uni Emirat Arab terjadi pada 4 Mei lalu ketika rudal yang diluncurkan Teheran menghantam Pelabuhan Fujairah di Teluk Oman.

Selain penghentian aksi militer, kesepakatan tersebut juga dikabarkan mencakup normalisasi hubungan kedua negara, termasuk kerja sama ekonomi dan pertukaran informasi intelijen.

Perundingan disebut telah berlangsung selama beberapa pekan dan semakin intens setelah pejabat Iran melakukan kunjungan ke Abu Dhabi pekan lalu.

Dalam kunjungan tersebut, mereka bertemu dengan Sheikh Tahnoun bin Zayed Al Nahyan, penasihat keamanan nasional UEA sekaligus wakil penguasa Abu Dhabi.

Usai pertemuan itu, delegasi UEA dilaporkan melakukan perjalanan ke Iran untuk membahas mekanisme pencairan dana secara lebih rinci.

Namun, menyusul beredarnya laporan tersebut, Kementerian Luar Negeri UEA pada Sabtu, 13 Juni 2026 pagi mengeluarkan bantahan resmi.

Dalam pernyataannya, pemerintah UEA menegaskan bahwa tidak ada dana milik Iran yang telah dicairkan, dipindahkan, ataupun difasilitasi oleh pihaknya.

Halaman Selanjutnya
img_title