Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Cibinong Belajar Harmoni Angklung
- Istimewa
Siap – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong terus menghadirkan berbagai program pembinaan bagi warga binaan sebagai upaya membekali mereka dengan keterampilan serta pengalaman positif selama menjalani masa pidana.
Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan adalah pelatihan seni budaya angklung yang digelar di Aula Saharjo Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Jumat (12/6/2026).
Program ini merupakan hasil kerja sama dengan Sanggar Seni Putra Binekas yang fokus pada pelestarian seni tradisional.
Dalam pelatihan tersebut, warga binaan mendapatkan pembekalan mulai dari pengenalan alat musik angklung, teknik dasar permainan, hingga praktik memainkan berbagai lagu nasional maupun daerah secara berkelompok.
Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan semangat tinggi pada setiap sesi latihan.
Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Ricky Robby Rizkiawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang bertujuan mengembangkan minat serta bakat warga binaan di bidang seni dan budaya.
“Melalui pelatihan angklung ini, kami memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengenal, mempelajari, dan melestarikan budaya bangsa. Selain itu, permainan angklung juga mengajarkan nilai kebersamaan, disiplin, dan kerja sama yang sangat baik dalam proses pembinaan,” tuturnya.
Sementara itu, pelatih angklung, Deden, menuturkan bahwa angklung sebagai alat musik tradisional dimainkan secara kolaboratif sehingga membutuhkan kekompakan, koordinasi, dan rasa tanggung jawab antar pemain agar menghasilkan harmoni yang baik.
“Angklung bukan hanya alat musik tradisional, tetapi juga sarana untuk membangun kebersamaan. Setiap pemain memiliki peran penting sehingga diperlukan konsentrasi, disiplin, dan kerja sama agar tercipta harmoni yang indah,” ucap Deden.
Disisi lain, salah satu warga binaan berinisial PA mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti pelatihan tersebut.
Ia menilai kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga menjadi sarana hiburan dan pembelajaran budaya.
“Saya merasa senang karena bisa belajar memainkan alat musik tradisional yang sebelumnya belum pernah saya coba. Selain menambah keterampilan, kegiatan ini juga membuat kami lebih menghargai budaya Indonesia,” papar PA.
Program pembinaan berbasis seni budaya ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya pembinaan kepribadian warga binaan agar lebih produktif, kreatif, dan memiliki bekal positif ketika kembali ke masyarakat.