GREAT Institute Apresiasi Kenaikan BBM Nonsubsidi, Ingatkan Risiko Daya Beli dan Subsidi Pertalite
- Istimewa
Kedua, risiko kenaikan biaya operasional pada usaha kecil, logistik informal, ojek daring, dan aktivitas ekonomi harian yang sensitif terhadap biaya transportasi.
Ketiga, risiko migrasi konsumsi dari Pertamax ke Pertalite akibat selisih harga yang semakin lebar.
“Risiko terbesar justru ada pada migrasi ke Pertalite. Jika pengguna Pertamax dalam jumlah besar berpindah ke Pertalite, maka potensi dampak penghematan fiskal dari kenaikan Pertamax justru bisa berkurang, bahkan sebagian tekanan dapat berpindah ke kuota dan beban subsidi Pertalite. Ini yang harus dijaga,” jelas Adrian.
Risiko ini juga menunjukkan bahwa pengendalian konsumsi Pertalite perlu berjalan beriringan dengan perluasan opsi transportasi masyarakat.
Selama kelas menengah perkotaan masih sangat bergantung pada kendaraan pribadi, setiap kenaikan harga energi akan langsung terasa sebagai kenaikan biaya hidup. Karena itu, transportasi umum menjadi bantalan struktural yang penting.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi akan lebih mudah dikelola apabila masyarakat, terutama kelas menengah perkotaan, memiliki opsi transportasi yang layak, terjangkau, aman, dan terintegrasi. Tanpa alternatif tersebut, rumah tangga akan tetap bergantung pada kendaraan pribadi, sehingga setiap kenaikan harga energi langsung terasa sebagai kenaikan biaya hidup.
Untuk meredam dampak negatif kebijakan tersebut, GREAT Institute mengusulkan lima langkah kebijakan lanjutan.
Pertama, perketat penyaluran Pertalite agar tepat sasaran.
Pemerintah perlu mempercepat penerapan pembatasan berbasis data kendaraan dan QR code MyPertamina, yang disertai dengan pemantauan volume mingguan di tingkat SPBU agar migrasi konsumsi terdeteksi dini dan kuota subsidi tidak jebol.
Selanjutnya, pemerintah perlu menerapkan mekanisme penyesuaian harga yang lebih bertahap dan terprediksi.
Lompatan harga 32 persen sekaligus adalah buah dari penundaan berkepanjangan.
Penyesuaian bulanan yang kecil namun konsisten sesuai formula akan jauh lebih mudah diserap masyarakat, lebih kredibel di mata pasar, dan menghindarkan kejutan inflasi.
Bersamaan dengan itu, pemerintah perlu menyiapkan bantalan daya beli yang tidak hanya menjaga konsumsi kelompok menengah-rentan, tetapi juga memperluas opsi mobilitas mereka melalui transportasi umum yang layak.
Pemerintah dapat menjaga keterjangkauan tarif transportasi publik, menahan kenaikan tarif layanan publik yang sensitif terhadap konsumsi rumah tangga, serta memberi dukungan sementara bagi pekerja rentan dan pelaku usaha kecil yang paling terdampak oleh kenaikan biaya mobilitas.