Perundingan Damai Iran-AS Masuk Tahap Krusial, Teheran Soroti Sikap Washington

Ilustrasi perundingan damai Iran dan AS.
Sumber :
  • siapviva/AI

Siap –Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa sebagian besar poin penting dalam rancangan kesepahaman untuk mengakhiri konflik telah hampir rampung disusun.

img_title AS Makin Menekan, Iran Justru Siapkan Skenario yang Tak Terduga

Namun, menurutnya, proses tersebut terus menghadapi hambatan akibat sikap Amerika Serikat yang dinilai tidak konsisten dan masih melakukan tindakan militer yang mengganggu upaya diplomasi.

Dalam wawancara yang disampaikan pada Kamis malam, Baghaei membantah berbagai spekulasi yang beredar mengenai tercapainya kesepakatan akhir.

img_title Iran Olok-olok AS yang Kelimpungan Sembunyikan Trump: Mungkin Harus Bersembunyi di Tong Sampah

Ia menegaskan bahwa Iran tetap berpegang pada prinsip dan posisi yang telah ditetapkan sejak awal perundingan.

“Dari sisi teks, sebagian besar isi dokumen hampir selesai dirampungkan. Namun, masalahnya adalah sikap Amerika Serikat yang sering berubah-ubah dan saling bertentangan selalu menimbulkan gejolak serta menghambat proses ini,” kata Baghaei, dikutip dari presstv.ir, Jumat (12/6/2026).

img_title AS Ngaku Kelimpungan Hadapi Iran, IRGC Siap siap Perang Jangka Panjang?

Ia menjelaskan bahwa Iran mengikuti proses negosiasi dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab yang tinggi. 

Sebaliknya, menurut Baghaei, pihak Amerika kerap mengubah posisi, mengajukan tuntutan baru yang dianggap tidak realistis, bahkan melakukan operasi militer saat proses diplomasi masih berlangsung.

Baghaei juga menuding Amerika Serikat dan Israel berulang kali melanggar gencatan senjata yang diumumkan pada April 2026.

Ia menyebut serangan terbaru yang dilakukan militer AS menyasar sejumlah infrastruktur di wilayah selatan Iran, termasuk dua reservoir air di kawasan Sirik.

“Di satu sisi mereka berbicara tentang diplomasi dan perundingan, tetapi di sisi lain mereka menggunakan kekerasan serta melakukan tindakan ilegal dan kriminal,” ujarnya.

Menurutnya, Iran telah menunjukkan melalui jalur diplomasi maupun respons di lapangan bahwa negara tersebut tidak akan tunduk pada tekanan atau syarat yang ditetapkan pihak lain.

“Iran telah membuktikan dalam praktik bahwa garis merahnya adalah kepentingan dan kesejahteraan rakyat Iran. Dalam hal ini sama sekali tidak akan ada kompromi. Jika Republik Islam berniat mundur dari prinsip-prinsip dasarnya karena tekanan dan ancaman, hal itu sudah dilakukan satu setengah tahun yang lalu. Kami telah membuktikan bahwa kami tetap teguh pada pendirian kami,” tambahnya.

Terkait perkembangan di Selat Hormuz, Baghaei menegaskan bahwa Iran selama ini berupaya menjaga keamanan jalur pelayaran internasional tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title