Iran Kembali Bantah Klaim Donald Trump soal Kesepakatan Damai: Kami Tidak Akan Mundur

Presiden Amerika Donald Trump dan Jubir Menlu Iran
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Kompas

Basis pertahanan Iran siap hadapi Amerika Serikat dan Israel

Photo :
  • Istimewa

img_title Pangkalan AS Diserang Iran, Citra Satelit China Jadi Sorotan

Sementara itu, pihak Teheran kembali memberikan respon yang jauh berbeda dengan pernyataan Trump. 

Perwakilan Republik Islam membantah keras adanya kesepakatan dengan Washington untuk mengakhiri pertempuran. 

img_title Perang Belum Reda, Iran Justru Buka Opsi yang Bikin Dunia Cemas

Hal itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei.

Ia mengatakan bahwa belum ada keputusan akhir yang dicapai mengenai kemungkinan kesepakatan dengan AS. 

img_title Bukan Sekadar Sindiran, Iran Tegaskan Keamanan Timur Tengah Tak Perlu Campur Tangan AS

Menurutnya, laporan yang beredar tentang kesepakatan tersebut masih berupa spekulasi.

"Isu-isu yang diangkat tentang kesepakatan tersebut hanyalah spekulasi dan belum ada yang final," ujarnya disitat dari kantor berita Tasnim News pada Jumat, 12 Juni 2026.

"Sejauh ini kami belum mencapai kesimpulan akhir mengenai kesepakatan tersebut. Kapan pun kami mencapai kesimpulan bahwa teks kesepahaman tersebut sesuai dengan kepentingan bangsa Iran, kami akan mengumumkannya," sambung dia.

Baqaei juga menegaskan, bahwa status negosiasi sudah jelas bagi Republik Islam sejak awal, dan sebagian besar teks telah diselesaikan, tetapi Amerika terus mengubah posisi mereka.

"Iran telah membuktikan bahwa mereka tidak akan berkompromi pada apa yang mereka tetapkan sebagai garis merah mereka," tegasnya.

Baqaei menilai, AS telah mempengaruhi proses diplomatik terhadap Qatar dan Pakistan yang aktif sebagai mediator.

“Amerika Serikat mencoba menyiratkan bahwa Republik Islam telah menyetujui kesepakatan di bawah tekanan, sementara kami tidak akan pernah mundur dari garis merah kami.”

Ia juga memastikan, “Selat Hormuz tetap tertutup karena tindakan ilegal AS.”

Lebih lanjut kantor berita Tasnim juga mencatat Trump telah berkali-kali mengumumkan kesepakatan damai akan segera terwujud, namun belum menunjukkan hasil nyata. 

Mereka menegaskan setiap pernyataan Trump mengenai potensi kesepahaman harus dipandang sama seperti pernyataan-pernyataan sebelumnya sampai Republik Islam sendiri menyatakan adanya kemajuan yang jelas.