Iran Serang Basis Militer AS di Tiga Negara Sekaligus, Situasi Makin Genting
- Instagram/Istimewa
Siap – Iran dilaporkan melancarkan serangan ke tiga negara tetangga, yakni Bahrain, Kuwait, dan Yordania, setelah kembali terjadi gesekan antara militer Amerika Serikat (AS) dan pasukan Iran di kawasan Timur Tengah.
Mengutip laporan Al Jazeera, serangan tersebut menyasar fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di ketiga negara tersebut.
Eskalasi ini menandai meluasnya konflik yang sebelumnya terpusat di wilayah sekitar Selat Hormuz.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah meluncurkan serangan menggunakan pesawat tanpa awak ke Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain, serta dua pangkalan penting di Kuwait, yakni Ali Al Salem dan Ahmad Al-Jaber, pada Kamis (11/6) pagi waktu setempat.
Selain itu, Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania juga dilaporkan menjadi target serangan dengan penggunaan sedikitnya 12 rudal balistik yang ditembakkan oleh Iran.
Pemerintah Bahrain merespons cepat dengan mengaktifkan sirene peringatan serangan udara sebanyak dua kali sejak ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat.
Situasi tersebut membuat warga dan personel militer berada dalam status siaga tinggi.
Di sisi lain, Kuwait juga mengambil langkah antisipasi dengan mengaktifkan sistem pertahanan udara dan menutup sementara wilayah udaranya untuk mengurangi risiko serangan lanjutan.
Menurut pernyataan IRGC, aksi militer ini merupakan respons atas apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran berulang Amerika Serikat terhadap kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku sejak April lalu.
Seiring meningkatnya ketegangan, Iran juga memutuskan untuk kembali menutup Selat Hormuz hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Jalur pelayaran strategis tersebut dikenal sebagai salah satu rute utama distribusi minyak dunia.
Konflik Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah sebuah helikopter Apache milik AS dilaporkan ditembak jatuh di kawasan Selat Hormuz pada awal pekan ini.
Insiden tersebut memicu serangan balasan dari pihak Washington.
Sebagai respons, Amerika Serikat disebut melancarkan serangan terhadap sistem pertahanan udara dan fasilitas radar Iran yang berada di sekitar wilayah strategis tersebut.
Pada Kamis (11/6) dini hari, sejumlah ledakan juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah Iran, termasuk Sirik, Kangan, Bandar Abbas, dan Minab.