Ketegangan Pecah Lagi, Iran Usir Jet Tempur AS dan Tutup Selat Hormuz
- Unsplash
Siap – Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengklaim berhasil memaksa sebuah jet tempur F-16 milik Amerika Serikat (AS) meninggalkan wilayah udara di kawasan Teluk setelah mendapat respons dari sistem pertahanan udara Iran.
Menurut keterangan yang disampaikan kantor hubungan masyarakat IRGC, insiden tersebut terjadi ketika pesawat tempur AS disebut memasuki wilayah udara yang berada di kawasan strategis Teluk.
Iran kemudian merespons dengan mengaktifkan sistem pertahanan udaranya dan menembakkan rudal ke arah pesawat tersebut.
"Setelah jet tempur F-16 musuh melanggar wilayah udara Teluk Persia dan sistem pertahanan udara IRGC menembakkan rudal ke arahnya, jet tempur agresor tersebut melarikan diri dari lokasi," kata kantor hubungan masyarakat IRGC dikutip dari Tasnim News pada Kamis (11/6/2026).
Peristiwa tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS yang dalam beberapa waktu terakhir kembali memanas.
Menurut laporan yang disampaikan, perkembangan terbaru ini muncul setelah militer AS mengumumkan dimulainya fase baru operasi militernya terhadap Iran.
Gelombang terbaru serangan AS dilaporkan menyasar sejumlah wilayah di bagian selatan Iran.
Kawasan pesisir yang berada di wilayah tersebut disebut menjadi target serangan udara yang dilakukan oleh pesawat militer AS.
Meningkatnya aktivitas militer di kawasan itu kemudian mendorong otoritas pertahanan Iran mengambil sejumlah langkah strategis.
Salah satu keputusan paling penting adalah penutupan penuh Selat Hormuz yang selama ini dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling vital bagi perdagangan energi dunia.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran yang menyatakan bahwa Selat Hormuz untuk sementara tidak lagi dapat dilalui oleh kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut.
Menurut pihak militer Iran, keputusan tersebut diambil sebagai respons terhadap situasi keamanan yang dinilai semakin memburuk akibat meningkatnya aktivitas militer AS di sekitar wilayah Iran.
"Mulai saat ini, karena ketidakamanan di kawasan tersebut, Selat Hormuz dinyatakan tertutup untuk lalu lintas semua kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial, dan setiap lalu lintas akan menjadi sasaran," kata Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia dalam sebuah pernyataan.