AS Kena Sindir Keras, Iran Tegaskan Selat Hormuz Bukan Perairan Internasional

Ilustrasi Selat Hormuz.
Sumber :
  • Pexels/Planet Volumes

Siap – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak dapat dikategorikan sebagai perairan internasional.

img_title AS Pilih Hantam Infrastruktur Vital Iran, Ada Strategi Besar di Baliknya?

Ia menekankan bahwa jalur pelayaran strategis tersebut berada di bawah kedaulatan Iran dan Oman serta tidak memiliki kaitan langsung dengan kepentingan negara-negara di luar kawasan.

Pernyataan itu disampaikan Araghchi melalui akun media sosial X pada Selasa (9/6/2026).

img_title Klaim Berhasil "Gembok" Selat Hormuz, Trump Sesumbar : Kemenangan atas Iran Sudah Sangat Dekat!!

Dalam unggahannya, ia menyertakan peta yang menunjukkan batas maritim di kawasan tersebut, sekaligus menegaskan pembagian wilayah perairan antara Iran dan Oman.

Menurut Araghchi, posisi geografis Selat Hormuz yang berada jauh dari wilayah Amerika Serikat menjadi alasan mengapa pihak luar tidak memiliki dasar untuk mengklaim atau mencampuri urusan di kawasan tersebut.

img_title Situasi Memanas! Gempuran AS ke Iran "Makin Gila", Korban Jiwa Mulai Berjatuhan?

"Selat Hormuz bukan perairan internasional, melainkan wilayah yang dibagi antara Iran dan Oman. Jalur ini juga berada ribuan mil dari pantai Amerika Serikat. Batas maritimnya sudah sangat jelas," tulisnya seperti diberitakan media Iran, Press TV pada Rabu (10/6/2026).

Diplomat senior Iran itu juga menegaskan bahwa angkatan bersenjata negaranya selalu berada dalam kondisi siap siaga untuk menjaga keamanan wilayah udara, darat, maupun perairan Iran dari segala bentuk pelanggaran atau ancaman asing.

Ia memperingatkan bahwa keberadaan pasukan asing di sekitar wilayah Iran berpotensi menimbulkan berbagai risiko.

Mulai dari kesalahan perhitungan, insiden yang tidak disengaja, hingga kemungkinan terjebak dalam konflik bersenjata yang lebih luas.

Menurut Araghchi, cara paling efektif untuk menghindari risiko tersebut adalah dengan menarik seluruh kekuatan militer asing dari kawasan yang berada di sekitar wilayah Iran.

"Pasukan asing yang berada dekat dengan wilayah kami selalu menghadapi risiko akibat kesalahan manusia, kecelakaan biasa, atau bahkan terjebak dalam baku tembak. Untuk mengurangi risiko itu, solusi terbaik adalah mereka segera meninggalkan kawasan yang tidak akan pernah ramah terhadap kehadiran musuh," tegasnya.

Meski menyampaikan peringatan keras, Araghchi menegaskan bahwa Iran tetap mengutamakan jalur diplomasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan internasional. 

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa Iran juga memiliki kemampuan untuk merespons berbagai bentuk ancaman terhadap kedaulatan negaranya.

Halaman Selanjutnya
img_title