Iran Ngamuk, Setelah Bantai Israel Kini Serang 21 Basis Militer AS di 3 Negara
- Tangkapan layar YouTube Kompas
Kemudian di wilayah Kuwait, Irak, Yordania, Bahrain, dan Oman. Serangan dari Iran ini berdampak pada infrastruktur bernilai tinggi.
Laporan menunjukkan adanya kerusakan pada landasan pacu, sistem radar canggih, infrastruktur komunikasi, hingga beberapa aset pesawat militer AS.
Potret ilustrasi serangan udara
- Istimewa
Menurut catatan, Amerika Serikat memiliki sekira 19 pangkalan militer aktif dan semi-aktif di Timur Tengah, dengan total kekuatan personel berkisar antara 40 ribu hingga 50 ribu tentara yang tersebar di 10 negara.
Berikut adalah sebaran rincian pangkalan utama di kawasan tersebut:
Kuwait: 5 pangkalan (termasuk Pangkalan Udara Ali Al-Salem, Camp Arifjan, dan Camp Buehring).
Qatar: Pangkalan Udara Al Udeid (markas pusat regional CENTCOM dan pangkalan terbesar AS di Timur Tengah dengan sekitar 10.000 personel).
Uni Emirat Arab (UEA): 2 pangkalan utama (Pangkalan Udara Al Dhafra dan Pelabuhan Jebel Ali).
Bahrain: 2 pangkalan (NSA Bahrain / Naval Support Activity).
Irak: 2 pangkalan (Pangkalan Udara Ain al-Asad dan Pangkalan Udara Erbil/Al-Harir).
Suriah: 2 pangkalan di wilayah utara.Arab Saudi: 2 pangkalan (Prince Sultan Airbase dan fasilitas pelatihan militer).
Yordania: 1 pangkalan utama (Pangkalan Udara Muwaffaq al-Salti dan lokasi Tower 22).
Oman: 1 pangkalan akses strategis (Pelabuhan Duqm).Mesir: 1 pangkalan dukungan operasional.