Gawat, Konflik Amerika vs Teheran Memuncak, Militer AS Lancarkan Serangan Udara Masif ke Wilayah Iran
- Istimewa
Namun dirinya memberikan peringatan keras bahwa keberadaan pasukan asing di wilayah tersebut sangat berisiko terlibat dalam kecelakaan laut atau terjebak di tengah baku tembak.
"To reduce the risk, the best solution is for them to leave," (Untuk mengurangi risiko, solusi terbaik adalah mereka pergi,), tulis Abbas Araqchi melalui sebuah unggahan di akun media sosial miliknya.
Media negara Iran kemudian mengutip sebuah sumber militer yang menyatakan tidak ada operasi militer udara ofensif yang dilakukan di Selat Hormuz dalam 24 jam sebelumnya. Sumber militer tersebut juga menambahkan ancaman bahwa akan ada respons yang sangat tegas dari pihak Teheran jika musuh kembali menunjukkan permusuhan baru sebagai reaksi atas insiden helikopter.
Di sisi lain, Trump memberikan pernyataan yang sedikit berbeda saat berbicara dengan media The Wall Street Journal melalui panggilan telepon pada hari Selasa.
Dirinya mencoba meredakan ketegangan pasar dengan menyebut insiden penembakan helikopter tersebut bukan merupakan masalah yang besar.
"It's not a big deal," ("Itu bukan masalah besar,") cetus Donald Trump sembari memberikan penekanan khusus bahwa kondisi pilot mereka saat ini baik-baik saja.
Pihak militer Amerika Serikat menyatakan sebuah drone permukaan milik Angkatan Laut Amerika Serikat berhasil menemukan dan menyelamatkan dua awak helikopter tersebut.
Helikopter serang milik Angkatan Darat Amerika Serikat itu jatuh di perairan dekat pantai Oman saat melakukan patroli rutin pada Selasa sekitar pukul 03.00 waktu setempat.
Komando Pusat Militer Amerika Serikat atau Centcom sama sekali tidak memberikan alasan medis yang mendasari jatuhnya helikopter tersebut.
Centcom hanya menyatakan bahwa para prajurit berhasil dievakuasi setelah terombang-ambing selama dua jam di laut.
Pihak militer menilai kondisi para prajurit saat ini berada dalam status stabil yang merupakan penilaian jauh lebih hati-hati dibandingkan klaim sepihak dari Trump.