Gawat, Konflik Amerika vs Teheran Memuncak, Militer AS Lancarkan Serangan Udara Masif ke Wilayah Iran

Potret ilustrasi serangan udara
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali mencapai titik kritis.

img_title Tak Seperti Klaim Trump, Iran Ungkap Kekuatan Senjata yang Masih Dimiliki

Pemerintah Amerika Serikat meluncurkan serangan udara secara masif ke wilayah Iran pada Selasa, (09/06/2026).

Langkah agresif ini diambil setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pihak Teheran telah menembak jatuh sebuah helikopter Apache milik militer negaranya di kawasan Selat Hormuz.

img_title Astaga, Ternyata Begini Ngerinya Dampak Gempa Dahsyat M 7,7 di NTT yang Menelan Puluhan Korban Jiwa

Ketegangan geopolitik ini memicu kekhawatiran global mengingat Selat Hormuz merupakan jalur urat nadi perdagangan minyak dunia.

Respons cepat dari Washington ini langsung mengubah peta keamanan di kawasan teluk menjadi zona siaga satu.

img_title Trump Klaim Selat Hormuz Akan Masuk Wilayah AS, Begini Jawaban Menohok Iran

"I believe the response had to be very strong, very powerful, and that's what this attack looks like," (Saya percaya tanggapannya harus sangat kuat, sangat bertenaga, dan itulah rupa dari serangan kali ini,) tegas Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat memberikan keterangan resmi kepada media ABC News.

Pihak militer Amerika Serikat mengumumkan melalui akun media sosial X mereka bahwa serangan terbaru dimulai pada pukul 17.00 waktu setempat.

Mereka menyatakan misi militer tersebut merupakan respons yang proporsional terhadap agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan.

Media Axios melaporkan beberapa sistem pertahanan udara dan sistem radar milik Iran di sekitar Selat Hormuz menjadi target utama yang dihancurkan oleh pasukan Amerika Serikat.

Sementara itu, media negara Iran melaporkan bahwa Pulau Qeshm yang berada di Selat Hormuz menjadi sasaran gempuran militer Amerika Serikat.

Sebuah hantaman proyektil berdaya ledak tinggi juga dikonfirmasi mengenai kota pelabuhan Sirik di pinggir selat tersebut.

Kantor berita Mehr mengabarkan suara ledakan keras terdengar bergemuruh di wilayah dekat Bandar Abbas.

Trump sebelumnya menyatakan bahwa dua pilot militer Amerika Serikat yang terlibat dalam insiden jatuhnya helikopter berada dalam kondisi tidak terluka.

Seorang pejabat Amerika Serikat yang berbicara dengan syarat anonim mengungkapkan informasi mengenai penyebab jatuhnya armada udara tersebut.

Pejabat itu membocorkan bahwa helikopter Apache milik Amerika Serikat dijatuhkan oleh sebuah pesawat tanpa awak atau drone tabrak mati milik militer Iran.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi tidak memberikan tanggapan secara langsung mengenai insiden helikopter tempur yang jatuh tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title