Atasi Degradasi Lahan, Rajawali II dan Pakar Dorong Nutrisi Sirkular Vinase di Cirebon

Potret Direktur Operasional PT PG Rajawali II Cirebon Adang Sukendar Djuanda
Sumber :
  • Istimewa

"Berdasarkan data teoretis pertanian, vinase kaya akan unsur hara esensial seperti Kalium (K), Nitrogen (N), Fosfor (P), serta kalsium. Melalui sentuhan bioteknologi yang tepat, senyawa-senyawa ini dapat memperbaiki struktur fisik tanah yang padat, meningkatkan kapasitas tukar kation, dan menjaga kelembaban tanah di tengah ketidakpastian cuaca akibat perubahan iklim global," katanya.

img_title Papua Buka Pintu Investasi Asing, Genjot Bidang Perikanan dan Pertanian

Menurut Anom, dampak positifnya yang besar bagi struktur tanah dan efisiensi biaya pupuk kimia membuat program ini membutuhkan dukungan regulasi yang lebih luas agar bisa diadopsi secara masif.

"Selanjutnya, dibutuhkan rekomendasi kebijakan untuk melakukan terobosan penerapan sumber nutrisi organik, sebagai uji lapangan skala luas yang terintegrasi dengan kebijakan pertanian berkelanjutan pengembangan standar aplikasi bioaktif-vinase nasional," katanya.

img_title Nyambi Jadi Kurir Narkoba, Seorang Petani di Kubu Raya Ditangkap

"Standardisasi ini sangat krusial. Regulasi nasional akan memastikan bahwa kualitas pupuk cair berbasis vinase yang beredar di kalangan petani tetap aman bagi lingkungan, tidak merusak keasaman tanah, dan memiliki efektivitas tinggi dalam menggenjot produktivitas gula nasional secara berkelanjutan," pungkasnya.

Sementara itu,  Direktur Operasional Rajawali II Cirebon Adang Sukendar Djuanda menambahkan bahwa  nutrisi sirkular merupakan pendekatan yang mengembalikan residu organik ke dalam sistem produksi untuk menjaga keberlanjutan siklus hara.

img_title Satgas Yonif 123/Rajawali Tebar Kasih Natal hingga Pelosok Papua, Hias Kendaraan dan Bagikan 1.409 Paket Sembako

Prinsip ini, kata Adang, sejalan dengan konsep circular economy yang menekankan efisiensi sumber daya dan minimisasi limbah.

"Dalam konteks industri gula dan bioetanol, konsep ini menciptakan ekosistem tanpa limbah (zero waste), di mana sisa proses produksi tebu kembali menjadi penutrisi bagi tanaman tebu generasi berikutnya," pungkas Adang.