Untuk Pertama Kalinya Iran Luncurkan 3 Kombinasi Rudal Mengerikan, Israel Auto Mencekam

Ilustrasi serangan rudal Iran ke wilayah Israel
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Iran kembali memberi peringatan keras pada Israel dan Amerika Serikat untuk tidak terus memancing eskalasi perang yang lebih luas. 

img_title Suasana Makin Tegang, Iran Tantang AS Bertempur Langsung

Peringatan ini disampaikan oleh Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran, Brigadir Jenderal Esmaeil Qaani.

Ia mengatakan, AS dan Israel terus berbuat onar, maka front perlawanan sedang membentuk sabuk keamanan baru yang membentang dari Selat Hormuz hingga Selat Bab el-Mandeb.

img_title Presiden Iran Tantang Militer Amerika Perang Tatap Muka: Jangan Cuma Berani dengan Sipil

Brigadir Jenderal Qaani mengatakan, bahwa tindakan tepat waktu dan kuat yang dilakukan oleh Yaman telah mencerminkan kesadaran strategis front perlawanan.

"Jika perlu, yang lain juga akan datang. Dari Selat Hormuz hingga Bab el-Mandeb, dan dari Teluk Persia hingga Laut Merah, akan ada sabuk keamanan perlawanan baru," kata komandan tersebut dikutip dari Tasnim News.

img_title Iran Keluarkan Tantangan Berani ke AS, Ketegangan Timur Tengah Makin Panas

Lebih lanjut ia juga mengingatkan, bahwa tindakan agresi militer oleh rezim zionis Israel dan Amerika Serikat di kawasan itu akan memicu reaksi dari front perlawanan yang bersatu.

"Para pejuang tanpa batas mengawasi titik-titik transit Anda. Lanjutkan agresi Anda dan mereka akan mencekik Anda."

Potret ilustrasi

Photo :
  • Istimewa

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah menargetkan pangkalan udara Ramat David dengan rudal balistik. 

Pada Senin pagi, IRGC juga telah melakukan Operasi Nasr (kemenangan). 

Pasukan khusus Iran ini menyerang pangkalan udara Tel Nof dan Nevatim di wilayah pendudukan. 

Serangan ini sebagai tanggapan atas gempuran rudal Israel terhadap instalasi radar di dalam Iran.

Sementara itu, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran mengumumkan penghentian operasi militer terhadap rezim Israel pada Senin sore. 

Namun mereka memperingatkan bahwa penghentian tersebut tidak boleh diartikan sebagai pengekangan dalam menghadapi agresi di masa mendatang.

"Angkatan Bersenjata Iran telah memberikan tanggapan yang menyakitkan terhadap tindakan Israel di Lebanon selatan dan wilayah Dahiyeh di Beirut, dan menggambarkannya sebagai dukungan bagi rakyat Lebanon." 

Mereka mengingatkan, bahwa penghentian operasi harus dipahami sebagai bersyarat, dan menekankan bahwa agresi lebih lanjut akan memicu tindakan yang jauh lebih keras dan menghancurkan daripada sebelumnya.

Halaman Selanjutnya
img_title