Alarm Bahaya Terus Meraung, Serangan Rudal Teheran Picu Eksodus dan Kepanikan di Israel?

Potret ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Kawasan Timur Tengah kembali membara setelah Republik Islam Iran meluncurkan gelombang serangan rudal besar-besaran yang menghantam wilayah pendudukan Israel.

img_title Tak Seperti Klaim Trump, Iran Ungkap Kekuatan Senjata yang Masih Dimiliki

Serangan mendadak ini memicu kepanikan luar biasa hingga memaksa otoritas setempat melakukan evakuasi besar-besaran di berbagai kota strategis.

Dampak langsung dari serangan ini langsung melumpuhkan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv, yang mengalami lonjakan penumpang drastis dan antrean mengular panjang akibat pembatalan jadwal terbang secara sepihak oleh berbagai maskapai internasional.

img_title Trump Klaim Selat Hormuz Akan Masuk Wilayah AS, Begini Jawaban Menohok Iran

Disitat dari kanal YouTube i News tv, sejumlah penumpang yang tiba dari Amerika Serikat mengaku mengalami kepanikan selama penerbangan setelah muncul laporan mengenai serangan rudal Teheran ke wilayah Tel Aviv.

Bahkan, seorang penumpang menyebut lebih dari 10 calon penumpang memilih membatalkan perjalanan mereka setelah sirena peringatan berbunyi.

img_title Washington Kembali Tekan Iran, Teheran Justru Kirim Sinyal Keras soal Selat Hormuz

Otoritas setempat tengah melakukan evaluasi situasi dan menegaskan bahwa wilayah udara Israel tetap terbuka.

Pada Senin malam, gelombang serangan Iran ke wilayah pendudukan Israel membuat sirene tanda bahaya terus berbunyi.

Kondisi ini membuat rumah sakit memindahkan pasien ke bawah bangker. Dilansir dari media Ibrani, Rumah Sakit Ichilov menjadi salah satu rumah sakit yang memindahkan perawatan ke bangker menyusulnya seragam rudal Teheran.

Tidak hanya pasien, peralatan-peralatan medis turut dipindahkan ke bangker. Pemindahan pasien dan perawatan ke bangker bukan baru pertama kalinya.

Rumah sakit pernah memindahkan pasien dan juga perawatan ke bangker pada gelombang serangan Iran sebelumnya pada Maret lalu.

Dalam serangan terbaru pada hari Senin, rudal dengan tulisan dalam bahasa Inggris Persia dan juga Ibrani berbunyi, "Kalian akan menyesal."

Serangan ini diluncurkan oleh militer Iran ke Kota Haifa yang merupakan kawasan pelabuhan terbesar dan juga terpenting sekaligus pusat industri dan juga energi zionis Israel.

Peluncuran rudal dilakukan sebagai balasan atas serangan Israel terhadap fasilitas petrokimia Republik Islam dan juga wilayah Lebanon.

Garda Revolusi juga memperingatkan bahwa dengan menargetkan lokasi sipil dan infrastruktur terkait minyak, Israel pasti akan mendapatkan balasan.

Militer Republik Islam dilaporkan terus menembakkan ruda ke Israel sejak hari Minggu. Serangan ruda ke Israel disambut perayaan oleh warga Iran.

Halaman Selanjutnya
img_title