Timur Tengah Mendidih, Israel Panik Dibombardir Rudal Iran, Iron Dome Netanyahu Jebol?
- Istimewa
Pengamat militer menilai bahwa serangan ini sengaja dirancang untuk menguji batas kemampuan sistem pertahanan udara Iron Dome milik Israel.
Beberapa proyektil dilaporkan berhasil lolos dan jatuh di wilayah terbuka, memicu kerusakan infrastruktur lokal.
Merespons tindakan agresif tersebut, Yerusalem tidak tinggal diam. Atas serangan ini, Israel dilaporkan berupaya membalas serangan tersebut, dengan beberapa media menyebutkan bahwa Israel telah meminta lampu hijau dari AS untuk menyerang fasilitas energi Iran.
Meskipun belum ada reaksi resmi terhadap perkembangan ini, beberapa pejabat senior Israel telah bersumpah akan membalas serangan tersebut.
Langkah Israel yang mengincar sektor energi Iran dinilai sangat berisiko. Jika fasilitas minyak dan gas bumi Iran benar-benar dihantam, hal tersebut tidak hanya akan melumpuhkan ekonomi Teheran, tetapi juga dipastikan bakal mengguncang pasar minyak mentah global secara drastis.
Lonjakan harga energi dunia pun menjadi ancaman nyata yang membayangi komunitas internasional.
Hingga saat ini, Washington dilaporkan masih menimbang-nimbang risiko geopolitik yang ada sebelum memberikan restu penuh kepada sekutu utamanya tersebut.
Gedung Putih terus mendesak semua pihak untuk menahan diri guna mencegah pecahnya perang proksi terbuka yang melibatkan kekuatan-kekuatan besar dunia.
Situasi di perbatasan Israel Utara dan Lebanon pun kini berada dalam status siaga satu.
Warga sipil di kedua sisi perbatasan telah diimbau untuk mendekati ruang perlindungan bawah tanah.
Di tengah ketidakpastian ini, publik internasional kini tertuju pada keputusan apa yang akan diambil oleh kabinet perang Israel dalam beberapa jam ke depan.
Apakah diplomasi masih memiliki ruang, ataukah Timur Tengah akan terjebak dalam perang total yang tak terhindarkan?