Peringatan Keras IRGC Jika Israel Balas Serangan Iran, Donald Trump Minta Zionis Nurut, Jangan Dibantah!
- Istimewa
Siap – Iran akan melancarkan serangan yang lebih menakutkan jika Israel membalas gempuran rudal dari Teheran yang berlangsung pada Minggu, 7 Juni 2026 malam.
Hal itu disampaikan juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari.
Jubir dari komando operasional gabungan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran ini menyebut serangan yang berlangsung pada malam kemarin ada respon atas tindakan agresif zionis Israel terhadap Lebanon.
"Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Rezim zionis yang agresif melalui pelanggaran berulang-ulang terhadap gencatan senjata, hari demi hari meningkatkan kejahatannya terhadap rakyat di Lebanon yang tertindas," tuturnya dikutip pada Senin, 8 Juni 2026.
Menurut dia, tindakan semena-mena Israel terhadap Lebanon mendapat dukungan penuh Amerika Serikat (AS).
"Dengan lampu hijau dan dukungan dari Amerika yang kriminal serta diamnya komunitas internasional, rezim tersebut melakukan kejahatan perang dengan menggunakan senjata terlarang, termasuk bom fosfor meski telah ada peringatan sebelumnya dari Republik Islam Iran," tuturnya.
Zolfaghari menyebut, tindakan agresi Israel ini telah melewati batas merah.
"Rezim zionis pembunuh anak-anak dengan melampaui semua garis merah dan meningkatkan serangannya telah menargetkan pinggiran Selatan Beirut."
Serangan rudal Iran ke wilayah Israel pada Minggu malam
- Istimewa
"Kami sebelumnya telah memperingatkan, bahwa jika kejahatan di pinggiran Selatan Beirut meluas, kami akan menyerang target-target di wilayah pendudukan," sambungnya.
Zolfaghari lantas memperingatkan, jika Israel membalas serangan Iran maka balasan berikutnya dari Teheran akan lebih mengerikan.
"Tentara zions harus menghentikan serangannya di Lebanon Selatan dan pinggiran Selatan," tegasnya.
"Jika serangan yang di wilayah tersebut meluas atau jika mereka merespon tindakan Iran, mereka akan menghadapi serangan yang lebih menghancurkan dan penuh penyesalan, serta serangan dahsyat akan dimulai terhadap rezim ini dan para pendukungnya. Kemenangan hanya datang dari Allah yang maha perkasa lagi maha bijaksana," timpalnya lagi.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa ia akan memberi tahu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak membalas serangan Iran.
Ilustrasi serangan Iran ke Israel
- Istimewa
Media Axios melaporkan, Teheran telah lama mengatakan pada Washington bahwa kesepakatan perdamaian apa pun dengan AS akan bergantung pada gencatan senjata yang juga berlaku di Lebanon.