Kembali Tepati Janji Bombardir Israel, Jenderal Perang Iran Ancam Perang Bakal Meluas Jika Zionis-AS Bertingkah Lagi

Serangan rudal Iran ke wilayah Israel pada Minggu malam
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Republik Islam Iran dilaporkan kembali melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel pada Minggu malam, 7 Juni 2026.

img_title Iran Bidik Titik Lemah Trump, Konflik Diprediksi Terus Berlanjut

Dikutip dari kanal YouTube Metro tv, ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah militer Iran meluncurkan sejumlah rudal ke wilayah Israel.

Serangan ini merupakan aksi pertama sejak gencatan senjata yang disepakati pada April lalu. Kondisi tersebut mengancam stabilitas kawasan yang masih rapuh.

img_title Teheran Perluas Strategi Hadapi Amerika, Selat Hormuz Jadi Kunci Tekanan Iran

Data yang dihimpun melaporkan, serangan dari Teheran memicu sirene bahaya di berbagai kota dan memaksa jutaan warga Israel menyelamatkan diri ke bangker perlindungan. 

Teheran menegaskan bahwa peluncuran rudal ini merupakan balasan atas target udara Israel di Beirut, Lebanon yang menewaskan dua warga sipil. 

img_title Iran Tebar Ancaman Baru di Yordania, Intelijen AS Ketar-Ketir Serangan Iran Kian Ganas

Militer Israel mengklaim berhasil mencegat sebagian besar rudal di udara. 

Iran hancurkan pangkalan militer Amerika Serikat

Photo :
  • Instagram Gaza Indonesia

Merespon hal itu, Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC mengancam akan memperluas target serangan ke seluruh aset Amerika Serikat dan Israel jika agresi terus berlanjut. 

Menanggapi situasi ini, juru bicara militer Israel menyatakan bahwa Teheran telah melakukan kesalahan besar dan menegaskan pasukannya siap melakukan serangan balasan. 

Sementara itu, Pusat Komando Amerika Serikat atau CENTCOM mengonfirmasi bahwa seluruh pasukan mereka di Timur Tengah kini berada dalam posisi siaga satu.

Bersiap Perang Meluas 

Sementara itu, penasihat militer untuk Pemimpin Tertinggi Iran, Jenderal Mohsen Rezaei mengatakan, bahwa negosiasi atau perundingan dengan Amerika Serikat telah mencapai jalan buntu dan butuh biaya besar bagi Washington jika ingin memulainya kembali. 

Dikutip dari laporan CNN, Jenderal Mohsen Rezaei mengungkapkan, bahwa negaranya mematok biaya sebesar 24 miliar dolar jika Amerika Serikat ingin melakukan perundingan ulang. 

"Jika Trump mengambil negosiasi dengan serius, 24 miliar dolar tidak banyak bagi Amerika. Jika dia ingin mencapai persetujuan dengan Iran, 24 miliar dolar ini adalah ujian kepercayaan yang diinginkan Iran dengan Trump. Ini adalah ujian yang harus dilakukan oleh Amerika. Dan jalan ini (negosiasi) akan dibuka," katanya.

Menurut dia, biaya negosiasi untuk Amerika jauh lebih rendah daripada biaya perang melawan Republik Islam.

Selain itu, Jenderal Mohsen juga mengajukan syarat agar Amerika Serikat tak lagi mencampuri aset-aset yang dimiliki Teheran. 

Halaman Selanjutnya
img_title