Eks Pentolan Marinir Amerika Bela Iran: Saya Ingin Donald Trump Digantung Sampai Mati

Eks marinir AS Kenneth Okeefe soal Iran
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Mantan anggota marinir Amerika Serikat dan veteran Perang Teluk, Kenneth O Keefe, melontarkan pernyataan kontroversial. Ia menyebut, Presiden AS Donald Trump seharusnya digantung sampai mati akibat perang Iran

img_title Satu Pernyataan Iran Bikin Peluang Damai dengan AS Makin Tipis

Pernyataan keras tersebut ia sampaikan dalam sebuah wawancara di program The Sanchez Effect yang dipandu oleh Rick Sanchez. 

O'Keefe menyampaikan kritik anti-perang yang sangat emosional setelah dirinya mengunjungi makam anak-anak yang tewas akibat konflik di wilayah Minab, Iran.

img_title Iran: Tidak Ada Negosiasi Selama Syarat Kami Belum Dipenuhi AS

Eks prajurit Marinir itu menuduh Donald Trump dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat di Timur Tengah telah mengorbankan tentara AS sebagai umpan rudal demi kepentingan lobi dan negara Israel.

"Saya ingin Donald Trump digantung sampai mati. Putra putri Amerika dikirim untuk mati sebagai umpan rudal, dan semua atas perintah presiden dan negara Yahudi Israel," katanya. 

img_title Kepala Nuklir Iran Mendadak Pulang dan Batal Bicara di IAEA, Ada Apa?

Pernyataan ini mencuat di tengah ketegangan geopolitik yang tinggi dan eskalasi konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Untuk diketahui, Kenneth O'Keefe juga dikenal sebagai aktivis pro-Palestina.

O'Keefe menuduh para pemimpin AS bertanggung jawab atas penderitaan dan hilangnya banyak nyawa akibat perang serta intervensi militer yang berlangsung selama bertahun-tahun di kawasan tersebut.

Eks marinir AS ini mengatakan, bahwa pengalaman tersebut memperkuat kemarahannya terhadap para pemimpin politik yang menurutnya terlibat dalam kebijakan yang menyebabkan korban sipil, termasuk Donald Trump yang menjadi sasaran utama kritiknya.

Syarat Berat untuk Damai 

Penasihat Militer untuk Pemimpin Tertinggi Iran, Jenderal Mohsen Rezaei mengatakan, bahwa negosiasi atau perundingan dengan Amerika Serikat telah mencapai jalan buntu dan butuh biaya besar bagi Washington jika ingin memulainya kembali. 

Dikutip dari laporan CNN, Jenderal Mohsen Rezaei mengungkapkan, bahwa negaranya mematok biaya sebesar 24 miliar dolar jika Amerika Serikat ingin melakukan perundingan ulang. 

"Jika Trump mengambil negosiasi dengan serius, 24 miliar dolar tidak banyak bagi Amerika. Jika dia ingin mencapai persetujuan dengan Iran, 24 miliar dolar ini adalah ujian kepercayaan yang diinginkan Iran dengan Trump. Ini adalah ujian yang harus dilakukan oleh Amerika. Dan jalan ini (negosiasi) akan dibuka," katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title