Trump Mulai Melemah di Perang Iran, Netanyahu: Saya Pikir Dia Telah Dilemahkan?
- Istimewa
Siap –Setelah sebelumnya nya Presiden Amerika Serikat Donald Trump tak terlalu menggebu gebu memberikan pernyataan soal perang Iran lantaran lebih memilih jalur negosiasi, kini malah PM Israel Benjamin Netanyahu yang mulai sesumbar.
Ia menyebut bahwa Republik Islam Iran berada dalam kondisi yang semakin rapuh dan berpotensi runtuh pada masa mendatang.
Pernyataan itu disampaikan ketika ketegangan antara Israel dan Republik Islam masih menjadi salah satu isu geopolitik terbesar di Timur Tengah.
Meski mengaku tidak dapat memastikan kapan perubahan rezim akan terjadi, Netanyahu menilai tanda-tanda keretakan internal di Iran kini semakin terlihat.
"Anda tidak bisa memprediksi kapan rezim seperti itu akan tumbang. Anda tidak memprediksinya dalam sejumlah kasus: Tidak di Rumania, dan tidak dalam runtuhnya Tembok Berlin, dan tidak ada yang memprediksinya, tetapi itu terjadi. Mengapa? Karena retakan-retakan tersebut terus merambat di bawahnya," kata Netanyahu dalam wawancara yang dikutip CNBC, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut Netanyahu, kondisi yang sama kini sedang terjadi di Republik Islam.
"Faktanya, Anda memiliki retakan yang sangat besar saat ini di Iran, dan Anda tidak dapat memprediksi kapan itu akan terjadi," ucap Netanyahu.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan yang dihadapi Teheran, mulai dari sanksi ekonomi, konflik regional, hingga negosiasi nuklir yang kembali menjadi sorotan dunia.
Namun hingga saat ini, pemerintah Republik Islam belum memberikan tanggapan resmi terhadap klaim Netanyahu tersebut.
Tak hanya itu, Netanyahu tidak hanya memprediksi keruntuhan rezim Republik Islam. Ia juga secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap perubahan politik di negara yang menjadi musuh utama Israel tersebut.
"Namun saya katakan kemarin di sebuah forum publik di sini ... 'Lihat, saya percaya bahwa pada akhirnya retakan-retakan ini akan merambat dan rezim akan tumbang, dan kami akan melakukan yang terbaik.' Saya pikir kita harus membantu rakyat Republik Islam untuk menjatuhkan rezim ini, dan itu tidak berubah, tetapi itu tidak akan terjadi, Anda tahu, tepat pada momen yang kita pilih," tutur Netanyahu.